oleh

10 Tahun Kerja di Pecat Karena Brondolan Sawit

Surat pemecatan dari PT Peniti Sungai Purun

Beritatrends, Pontianak – Seorang karyawan perusahaan perkebunan Sawit PT Peniti Sungai Purun, yang berkantor di Jalan A Yani Nomor 26 Pontianak, dan Kantor Estate di Purun, telah melakukan PHK terhadap karyawan berstatus tetap sebagai Mandor 1.

Hal itu di sampaikan oleh Pedro Fariera bertutur langsung ke awak media ( 20/07 /2021 ) ya saya menerima salinan surat PHK, yang di tandatangani oleh Fredrikus Suparwoto selaku HR Operation head, tertanggal 10 Juni 2021.

Di tanya apa permasalahan, Pedro mengatakan bahwa saat itu memang ada membawa Brondolan Sawit yang dikutip di ceceran titik muat di lahan, yang jumlahnya hanya dua karung ukuran sedang, seberat 90 kilogram dengan harga Rp 1. 500 perkilonya, hanya Rp 135.000 ,-

“Nasib saya tergerus, saya sudah bekerja sepuluh tahun lebih, dan tidak pernah melakukan hal yang bertentangan dengan aturan kebun dan hukum di Negara kita,” ucap Pedro.

Kalau pun itu kekeliruan saya, secara pribadi saya minta maaf, saya siap menerima konsekwensinya, di PHK.

” Hanya saja hak – hak dan pengabdian saya selama puluhan tahun, segeralah perusahaan bayarkan tanpa menyalahi mekanisme yang ada,”kata Pedro.

Di hubungi terpisah melalui nomor kontak wa nya, Felino Patabu, selaku RO di PT Peniti Sungai Purun, hanya dibuka, tanpa dibalas dan ditelpon, tersambung namun tak di angkat.

Sangat di sayangkan perusahaan melakukan kebijakan pemecatan terkesan sangat cepat, dimungkinkan bersandar di undang undang Cipta kerja dan PP Nomor 35 tahun 2021.

Dan diminta tanggapan dari keluarga dari Pedro Ferera, Bapak Jao Nico, mengatakan, apabila pihak management Perusahaan tidak segera memfasilitasi dalam percepatan pembayaran Pesangon dan hak -hak karyawan yang di PHK, kita akan melapor ke pihak terkait, ini masalah hak asasi dan hak ekonomi keluarga.

“Memecat cepat, mestinya menyampaikan pembayaran hak bagi korban juga mesti ada kabar,
Mohon juga kepada pemerintah menegur perusahaan yang mengabaikan hak karyawan,”pungkas Jao Nico. ( D.T/ team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed