oleh

Warga Desa Kapal Merah Menangis Dengan Kedatangan Sang Pejuang Dhuafa

Kapolres Batu Bara saat merangkul salah satu warga yang mendambakannya

Beritatrends, Batu Bara – Desa Kapal Merah berada di sebelah timur laut perbatasan antara Kabupaten Batu Bara dan Kabipaten Asahan menjadi perjalanan ter jauh dan sangat Extrim bagi rombongan Polres Batu Bara dan Komunitas sedekah Jum at.( Ksj ).

Di ketahui bahwa desa yang sangat terpenci ini berada di satu kecamatan Nibung hangus Kabupaten Batu Bara yang di huni kurang lebih 700 penduduk yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani dan berkebun.

Desa ini pun tergolong Jona hijau di masa Pandemi Covid 19 dan menjadi desa unggulan dalam penghasil Kelapa dan pisang barangan setelah musim Pandemi Covid 19.

Namun terpuruknya ekonomi masyarakat akibat dampak Pandemi Covid 19 membuat masyarakat yang berpenghasilan rendah ini di tambah lagi selam beberapa bulan tidak ada bantuan Pemerintah membuat masyarakat menjerit dan memohon pertolongan dengan di unggah nya berita tentang derita para masyarakat terisolir dan jauh dari pantauan pemerintah kabupaten, juga berharap Sang pejuang Dhuafa yang terkenal sebagai sosok ayah warga miskin ini datang ke Desa mereka.

Mendengar keluhan Masyarakat nya pada Senin malam( 12/7 ) saat unggahan Fosting warga dan pemberitaan media Sosial, dengan respon cepat Sosok Kapolres AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. yang terkenal sang pejuang Dhuafa langsung mempersiapkan segala sesuatunya yang di harapkan masyarakat Desa kapal merah pada Selasa Pagi ( 13/7/2021 ) untuk melakukan kunjungan ke desa tersebut dengan menempuh perjalanan panjang hingga setengah jam untuk samapai kelokasi.

Kapolres AKBP Ikhwan Lubis SH.MH. mengatakan, kepada awak media yang ikut dalam perjalanan dan kegiatan tersebut, Bahwa dengan niat yang baik dan Niat membantu mereka tak ada kata jauh dan lelah, mereka masyarakat kita yang memang pantas untuk kita bantu, memang di masa Pandemi Covid 19 ini dampak nya sangat luar biasa, apalagi bagi mereka yang berada di desa yang sangat sulit di jangkau karena akses jalan yang rusak dan belum di aspal, membuat mereka jauh untuk melancarkan perekonomian Desa Kapal merah ini. Disamping itu larangan larangan dan ketegasan pemerintah membuat semangkon sulit nya mereka untuk beraktifitas.

Semua ini harus kita perhatikan, Saya bersama rombongan akan terus lakukan kegiatan Bhakti sosial ini juga nantinya kepada warga warga yang seperti ini di seluruh Kab. Batu Bara. Harap saya kepada seluruh pihak agar selalu memperhatikan dan membantu mereka khususnya anak anak yatim janda dan kaum Dhuafa, ungkap Kapolres.

Di Halaman Kantor Desa Kapal merah masyarakat yang antusias ingin bertemu Sosok Pejuang mereka menangis saat Waka Polres Kompol Rudi Chandra SH.MM. menerangkan bagai mana rasanya menjadi warga miskin dan menjadi yatim piatu, saat para anak yatim dan Piatu melakukan do a untuk orang tua mereka yang telah tiada, saat itu pula masyarakat dan para personil kepolisian seta aparat desa meneteskan air mata dan tak kuasa menahan kesedihan anak anak yatim yang di tinggal kan orang tua yang mereka cintai. Tanpa sadar sosok pejuang Dhuafa ini menetes kan air mata melihat kerinduan para anak yatim ini mengucap kan do a kepada almarhum ayah ibu mereka. ( Boim/LD )

News Feed