oleh

Vidio Viral: Sopir Truk di Mojokerto Yang Maki petugas Di Penyekatan PPKM Darurat di Tangkap Polisi

Kedua pelaku yang memaki petugas di pos penyekatan di Mojokerto,berhasil di amankan Polisi(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends,Mojokerto-Jajaran Kepolisian Resort Mojokerto Kabupaten, menangkap pengendara truk tangki air yang viral di medsos dengan memaki petugas penyekatan PPKM Darurat.

Vidio yang virall di akun titok tersebut menayangkan sopir tangki air yang memaki petugas yang bertugas di pos penyekatan simpang empat, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

Sebelumya diketahui, beredar unggahan video di media sosial dari akun TikTok bernama @ekosaperol. Dalam postingannya yang di unggguh pada Minggu (11/07/2021) kemarin, sekira pukul 16.00 WIB, mengelurkan perkataan umpatan terkait dengan kegiatan penyeyekatan yang dilakukan oleh petugas kepolisian Polres Mojokerto Kabupaten.

Vidio unggahan akun tikTok dilakukan oleh sopir truk tangki air bernama Gendu Lukito Pribadi (35) warga asal Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Sedangkan yang mengunggah video itu ke aplikasi TikTok adalah Eko Lukmanto (19), asal Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Dari hasil penelusuran kemudian, Satuan tugas Gakkum Operasi Aman Nusa II melakukan penyelidikan dan mencari pelaku baik yang mengumpat polisi dan penggungah vidionya.

Polisi berhasil mengamankan mereka berdua,perbuatan mereka, dinilai melanggar hukum tentang sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu atas suku, agama, ras, dan antar golongan(SARA).

Hal tersebut,sebagaimana yang dimaksut dalam pasal 45 ayat 1 Juncto pasal 21 ayat 3 dan atau pasal 45a ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU nomor 11 tahun 2018 tentang informasi dan transaksi elektronika (ITE).

Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander mengatakan,saat gelar pers rilis,Senin (12/7/2021),akhirnya petugas berhasil mengamankan kedua pelaku ujaran kebencian tersebut dan kemudian melakukan interogasi kepada kedua pelaku.

“Kedua pelaku melakukan dan menyebutkan hal-hal yang tidak baik dalam rangka PPKM Darurat. Kami sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan mereka mengakui bersalah,”terang Kapolres.

Lebih lanjut Donny menjelaskan, pihaknya melakukan penyekatan PPKM Darurat untuk membantu program pemerintah supaya menurunkan mobilitas masyarakat, agar bisa menurunnya angka Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Akan tetapi mendapat perkataan yang tidak menegenakkam dari dua pelaku tersebut.

“Sopir truk itu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada polisi saat menutup jalan ke arah Pacet untuk mengambil air yang akan dikirim ke pembeli. Yang bersangkutan memvideokan dan memviralkan kegiatan penutupan jalan dalam rangka PPKM Darurat dengan menggunakan bahasa yang tidak sopan kepada institusi Negara,” tegas Donny.

Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku mengaku khilaf dengan kondisi PPKM Darurat ini karena jalan ini ditutup. Setelah kami berikan penjelasan, kedua pelaku mengakui kesalahannya.

Donny menegaskan, kedua pelaku tidak akan diproses hukum dan akan dipulangkan.

“Kami memberikan kesempatan kepada keduanya dengan restorasi justice dan tidak diproses hukum serta akan kami kembalikan ke keluarga,”kata Kapolres.

Donny mengimbau, masyarakat selalu bijaklah dalam menggunakan media sosial agar tidak terjadi hal yang serupa.

“Ini menjadi bermasalah dalam proses hukum. Hargai dan hormati kebijakan pemerintah untuk bersama-sama keluarga, diri dan jaga negara,”Pungkasnya.(sus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed