oleh

Pasca Vaksinisasi Ida Ayu MAP Punya Keluhan Hasil PCR Dinyatakan Positif Covid-19 Dipaksa Untuk Karantina Ke Hotel

Ida Ayu MAP Dinyatakan Positif Covid-19 

Beritatrends, KARANGASEM – Sebagai masyarakat yang taat akan peraturan pemerintah, maka di saat berlakunya PPKM Darurat tempat vaksinasi banyak diserbu masyarakat untuk ikut antri nunggu giliran vaksinasi demi untuk kesehatan sesuai program pemerintah.

Karena urusan tugas yang mewajibkan membawa surat keterangan vaksin Covid C-19, apabila melakukan perjalanan darat, laut dan udara, masyarakat datang ke Puskesmas Selat – Karangasem – Bali.

Kronologi kejadian pada seorang pasien bernama I Ayu MAP (40) yang datang ke Puskesmas Selat No.Tiket : P-86JEQN21 pada tanggal 08/07/2021 Jam 08: 10 WITA lokasi penerima SELAT – 22080401.

Saat itu tim medis melaksanakan vaksinasi dengan baik dan selesai setelah melalui antrian dan menerima Kartu Vaksinasi Covid-19.

Kemudian, penerima Vaksin Ida Ayu MAP merasakan hilang penciuman, Kepala Puskesmas Selat dr I Gusti Lanang Putu Udiyana menyarankan untuk Test PCR.

”Saya tidak punya uang dok Test PCR kan mahal,” kata Ida Ayu MAP.

” Test PCR gratis Bu Dayu,” kata dokter kepala Puskesmas Selat.

Lalu dilakukanlah Test PCR pada pagi, Sabtu (10/7/2021), kemudian  sore harinya Ida Ayu MAP mendapatkan Surat dari RSU Karangasem dengan hasil “Positif SARS-Cov-2″.

Sore harinya Satgas Covid- 19 mendatangi pihak Ida Ayu MAP dan malam harinya mendapatkan informasi via WA akan di karantina di Hotel.

Karena merasa tidak punya keluhan sesak nafas, panas dan hal lainnya, maka tak bersedia di Karantina di Hotel dan meminta untuk Isoman (Isolasi Mandiri).

Kemudian awak media, mengkonfirmasi kepada Kepala Puskesmas terkait hal tersebut dan langsung di blok Kepala Puskesmas Selat dr I Gusti Lanang Putu Udiyana.

Selanjutnya, pada Minggu pagi (11/7/2021) Jurnalis mendatangi Puskesmas Selat dan berkordinasi dan menanyakan perihal WA di Blok tersebut.

” Saya blok WA Bapak, karena saya merasa terganggu malam-malam di WA,” jawabnya.

Lanjut ditanyakan, sejak kapan seorang dokter merasa terganggu apalagi selevel dokter Kepala Puskesmas.

Kemudian, mengambil gambar, terdengar Kepala Puskesmas Selat melarang mengambil fhoto,

Kemudian bertanya, Sejak kapan jurnalis dilarang mengambil foto?

Lalu dilakukan koordinasi kepada Kapolsek Selat, akhirnya bersama- sama melakukan tracking ke rumah Ida Ayu MAP

Kemudian tampak pasien yang dinyatakan Covid -19 sehat-sehat saja sedang mencuci piring dan masak.

Kemudian dokter Kepala Puskesmas Selat menyatakan bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah saja.

Satu persatu petugas Satgas Covid-19 berpamitan, termasuk Kapolsek Selat, kemudian  yang terakhir adalah Kanit Intel Polsek Selat  Wayan Bakta.

Ada yang sepertinya janggal dan aneh, puluhan orang mendatangi rumah Ida Ayu MAP mengatasnamakan warga sekitar.

Kemudian petugas Satgas Covid-19 dari Desa Adat yang meminta secara paksa Ida Ayu MAP untuk dibawa Karantina ke Hotel Senin pagi dengan difasilitasi Puskesmas Selat.

Wartawan  dimintai bantuan oleh Kakak dari Ida Ayu MAP untuk mengawasi adiknya yang katanya positif Covid-19 menghadapi puluhan orang yang datang.

Kemudian mengancam akan memaksa dengan cara mereka untuk membawa pasien Covid-19 besok untuk Karantina ke Hotel.

” Saya paham keinginan Bapak- Bapak sekalian tapi tadi pagi sudah diputuskan untuk Isolasi Mandiri di rumah, kalau memang tak diizinkan dan dipaksa Karantina ke Hotel saya keberatan dan Saya akan keluarkan Ida Ayu MAP dari Desa Selat tanpa perlu difasilitasi,” jelas Adi kala itu

Kemudian wartawan sempat koordinasi langsung ke Kanit Intel Polsek Selat, untuk menghindari benturan dengan masyarakat.

Lalu diamankan dan sampai berita ini diturunkan Ida Ayu MAP dalam keadaan sehat walafiat dan dapat dibuktikan dengan Surat Keterangan dari dr I Nyoman Gede Bayu Wiratama S MARS Negatif  Covid-19.

Kemudian sekiranya pasien punya gejala tak enak badan, seharusnya dokter tak perlu menyarankan untuk SWAB (PCR) tentunya hal tersebut dapat merugikan pihak yang dicovidkan.

Kemudian, seharusnya jika ada warga yang dinyatakan Covid-19, jika sudah mau melakukan Isiman cukup dipantau dan diberi obat dari Puskesmas.

Seyogyanya, jika dikarantina mandiri tentunya Tim Satgas Covid -19 bertanggung jawab mencukupi kebutuhan Pasien, bukan malah didiamkan dan yang datang segerombolan orang memaksa untuk mengarantina ke Hotel.

Penulis: Adi Penjuru
Editor: Lilik Adi Goenawan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed