oleh

Warga Desa Laitutun Dicekal Tim Gugus Tugas Letty : Hasil Rapid Test Puskesmas Serwaru Nonreaktif?

Surat Keterangan Tes Antigen dengan Hasil Non Reaktif

Beritatrends-Tiakur Maluku Barat Daya – Istilah reaktif dan Nonreaktif sering di dengar pasca dunia di hujani oleh wabah covid-19 awal 2020 lalu, hal itu di alami oleh warga desa Laitutun Kecamatan Letty saat hendak berangkat ke Ambon.

Apheles Tiokura (22), warga Desa Laitutun Kecamatan Letty terpaksa menelan kekecewaan karena keberangkatannya ke Ambon dicekal oleh Tim Gugus Tugas Kecamatan Letty. Alasan pencekalan keberangkatannya karena dirinya dikabarkan reaktif covid-19.

Aksi pencekalan Tim Gugus Tugas terhadap Apheles tersebut, menuai tanda tanya dan protes keluarga dan masyarakat Desa Laitutun terhadap kinerja Tim Gugus Tugas Kecamatan Letty serta pihak-pihak terkait persoalan tersebut.

Meky Prosilewan, keluarga serta toko pemuda Desa Laitutun (10/07/2021) kepada media ini mengatakan bahwa ada ketidak sesuaian antara tindakan Tim Gugus Tugas Kecamatan Letty dan Hasil Rapid Test dari Puskesmas Serwaru.

“Saudara saya berangkat dengan mengantongi hasil Rapid Test Nonreaktif, dan diizinkan naik ke kapal. Tetapi kenapa di turunkan kembali dengan alasan ada informasi bahwa dia pernah reaktif?, ada apa ini?, ” kata Meky penuh tanda tanya.

Yang menjadi tanda tanya besar bagi kami keluarga dan masyarakat Desa Laitutun adalah, yang bersangkutan sebelumnya datang dari Ambon dan sudah melewati semua tahapan pemeriksaan sesuai prokes. Baik prosedur di Ambon sebelum ke MBD, maupun setelah tiba di MBD, dan saat akan berangkat ke Ambon dicekal dengan alasan menurut informasi bahwa dia reaktif, dasarnya apa? Lanjut Meky menegaskan.

Dikonfirmasi via telepon Direktur RSUD Tiakur, dr. Jimmy mengatakan bahwa, memang yang bersangkutan sebelumnya pernah melakukan Rapid Antigen di RSUD Tiakur dan hasilnya adalah Reaktif.

“Hasil Test Antigen sebelumnya, yang bersangkutan Reaktif. Dan sudah di sarankan oleh petugas rumah sakit untukñ istirahat dirumah 10 hari. Kalau kemudian ada hasil rapid yang menunjukan nonreaktif bisa saja karena faktor lain, tetapi RT-PCR dari Ambon juga hasilnya positif”, kata dr. Jimmy menjelaskan.

Keluarga dan masyarakat Desa Laitutun menuntut agar pihak Gugus Tugas dan Pihak RSUD membuka kepada publik hasil pemeriksaan laboratorium atas saudara kami, agar tidak menimbulkan ketidak percayaan masyarakat terhadap pihak terkait.

“Kami minta pihak terkait segera melakukan konferensi pers, untuk menjelaskan ke publik hasil pemeriksaan saudara kami. Karena ada ketidak sesuaian hasil pemeriksaan yang saudara kami peroleh”, kata Meky.

Jika memang dinyatakan positif mengapa tidak di karantina di fasilitas yang ada tetapi dikembalikan ke desa, ini menimbulkan ketakutan bagi masyarakat. Kalau tidak positif, mengapa di bilang positif?, ungkap Meky menutup. (Jimmi/Biro MBD)

 

News Feed