oleh

Sengketa Pohon Punden Warga Brubuh Dengan Bonvas Ada Titik Terang

 Suana mediasi sengketa Pohon Punden antara warga Brubuh dengan PT.Bonvas yang dihadiri Forkompinca Kutorejo berjalan lancar(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends,Mojokerto-Perselisihan warga dusun Brubuh desa Sampangagung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto dengan PT.Bonvas Indo Sukses terkait pohon punden atau pohon keramat menurut warga setempat, akhirnya menemui titik terang yaitu, bahwa Bonvas setuju dan siap memindahkan pohon tersebut ke area tanah kas desa yakni di tanah bengkok Kepala Dusun Brubuh.

Yun Suryotomo,SH., MH. sebagai perwakilan dari Bovas mengatatan,secara yuridis di akta jual-beli(AJB) tanah yang di beli pihak Bonvas didalam akta jual -beli tertuang tanah berikut segala sesuatu yang ada diatasnya adalah secara hukum milik Bonvas.Tapi,Yun mengungkapkan bahwa terkait cerita asal usul pohon itu yang tahu dan bisa cerita adalah tokoh warga setempat.

“Terus terang Bonvas tidak tau asal muasal pohon itu ,seperti apa,karena orang Bonvas bukan orang atau warga asli sampangagung,yang kita pahami akta jual-beli bahwa tanah berikut yang ada diatasnya adalah milik bonvas,”jelasnya’Kamis(10/7).

Sementara itu,Kepala Dusun Brubuh Supi’i menututurkan bahwa pohon punden yang ada di tanah Yang sekarang milik Bonvas dulunya tidak berdiri sendiri tapi ada pembatas batu yang mengelilingi pohon yang diyakini sebagai punden oleh masyarakat setempat tapi sekarang batu pembatasnya sudah hilang.Kata Supi’i bahwa masyarakat tau bahwa sekarang pohon punden tersebut berdiri diatas tanah milik Bonvas yang dibeli dari masyarakat setempat.

“Saya tau secara yuridis milik Bonvas,cuma dengan adanya kearifan lokal dan sebagai cagar budaya lokal harus kita lestarikan,”ungkap Kadus Supi’i.

Supi’i mohon masalah sengketa pohon punden tersebut bisa diselesaikan dengan baik-baik,dan pihak Bonvas ada kebijakan.

“Kami mengharapkan bagaimana enaknya jangan bertele-tele,”tegasnya.

Selain itu Kapolsek Kotorejo AKP Hery.S,.SH.,meyampaikan bahwa pada intinya masyarakat sudah sadar secara legalitas tanah dan isinya adalah sah milik Bonvas,tapi kapolsek mohon kebijakan dari pihak Bonvas untuk melestarikan kearifan lokal,yaitu pohon punden agar bisa dirawat dengan baik.

“Koordinasi yang baik dengan baik,agar pohon itu tidak ditebang,sekali lagi saya harapkan jangan sampai timbul permasalahan yang baru yang tidak baik,”harap Kapolsek.

Begitu juga Danramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Benny Irawan, A.Md.,juga mengharapakan hal yang sama jangan samapai dalam menyelesaikan masalah timbul masalah baru yang bisa menjadikan keadaan kurang baik.Beny juga mengatakan makna dari punden yang dibrosing dari internet yakni,ada tiga makna pertama sesuatu yang di hormati,kedua tempat sebagai makam orang yang dihormati atau orang sebagai cikal bakal desa setempat dan yang ketiga diangap sebagai tempat keramat.

“Dari ketiga makna tersebut,kami anggap warga mengangap sebagai tempat keramat,mukin pihak bonvas mengangap vieu kurang bagus,sehingga perlu menebang pohon punden tersebut,tapi kami mengharap kalau bisa tidak ditebang seperti yang di sampaikan pak kades,ya mukin bisa dibuat sesuatu tanda kalau disitu ada punden,”tegas Kapten Beny.

Hadir dalam mediasi tersebut,Muspika Kecamatan Kutorejo,Kepala desa Sampangagung Ikhwan Arofidana,perwakilan dari pihak Bonvas ,Ketua Dewan adat Majapahit Ki Nono dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat fusun Brubuh.

Dari hasil mediasi yang berjalan dengan kondisif dan adem ayem akhirnya disepakati bahwa pohon punden dipindahkan.Pemindahan pohon keramat tersebut segala biaya yang ditimbulkan yakni dari lokasi dalam pabrik Bonvas keluar area pabrik ditanggung perusahaan.(sus)

News Feed