oleh

PUPR Magetan Atasi Banjir Secara Tuntas Tanpa Masalah Ini Penjelasannya

Ir. Muhtar Wahid Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangĀ 

Beritatrends, Magetan – Banjir termasuk masalah serius yang harus segera diselesaikan, curah hujan tinggi merupakan salah satu fenomena alam yang umum terjadi di dunia. Curah hujan merupakan suatu siklus yang umum terjadi di alam dengan kala atau periode ulang tertentu. Dengan adanya siklus ini, maka pada satu periode waktu akan terjadi probabilitas periode ulang hujan dengan intensitas tertentu.

Dengan adanya perubahan pola hujan saat ini maka akan lebih sulit memprediksi kejadian hujan di suatu lokasi, meskipun tempat tersebut sudah dilengkapi dengan pos pengamatan hujan atau pos klimatologi yang lengkap

Anomali cuaca membuat curah hujan dengan intensitas tinggi di beberapa lokasi tertentu terjadi hujan ekstrim,

Banyak orang menilai banjir juga dipengaruhi oleh perubahan tata ruang kawasan? Itu tidak bisa dipungkiri. Faktor curah hujan ekstrem, faktor lingkungan dan permukaan juga merupakan faktor kunci. Permukaan daratan sangat menentukan apakah air hujan itu bisa diserap (infiltrasi) secara maksimal atau semua menjadi air larian (run-off) permukaan.

Meskipun banjir, persoalan klasik di banyak daerah, tetapi intensitas dan luasan banjir dipicu curah hujan ekstrim pada zaman iklim modern ini menunjukkan tren peningkatan, dan terdapat indikasi atau kecenderungan bahwa bencana hidrometeorologi seperti ini akan semakin sering dan semakin dahsyat seiring perubahan iklim yang terjadi. Oleh karenanya dalam memitigasi dampak bencana hidrometeorologi seperti ini maka pendekatan penanggulangan bencana harus berbasis data.

Misalnya infrastruktur pengendali banjir harus dikaji ulang desain kekuatannya untuk bisa menghadapi kejadian ekstrim yang dulunya memiliki periode ulang ratusan tahun namun kini bisa hadir dalam jangka waktu yang pendek dengan peluang kejadian yang besar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir. Muhtar Wahid mengatakan, banjir itu disebabkan banyak hal pertama karena hujan intensitas tinggi dan kedua pengelolaan lingkungan. Untuk itu kita sebai manusia wajib mengelola lingkungan ini agar hujan yang terjadi bisa termenejemen airnya sehingga tidak mengakibatkan banjir.

Di Magetan yang sering terjadi banjir pertama di Jalan Kemasan dan Imam Bonjol, sekarang ini usaha PUPR dengan longsornya kali gandong maka aliran sisalurkan ke Imam Bojonjol dan akhirnya Kemasan Banjir, PUPR sudah mengupayakan dari tahun 2018 sampai sekarang alhamdulillah sudah diakomodasi oleh Pusat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, sudah dilaksanakan pembangunan taludnya, nanti ketika taludnya sudah selesai salurannya akan di kembalikan ke Kali Gandong dan yang mengarah ke Jalan Imam Bonjol kita tutup lagi. Disamping itu di Ringin Agung PUPR sedang membuat embung Ringin Agung yang nanti bisa difungsikan untuk menghindari banjir itu.

Yang kedua banjir di Samsat PUPR sudah melakukan kajian bersama teman-teman Sumber Daya Air (SDA) dan teman-teman Cipta Karya kaitannya dengan debit air semua area yang berada disitu debitnya dan segala macam, sehingga PUPR sedang mengupayakan di Tahun ini untuk mengurangi air yang menuju Samsat dengan menyudet air yang di Srogo dibuang ke Kali Sadon sudah bisa mengurangi air 10 – 15% airnya yang menuju samsat. Karena air yang di Srogo itu masuk ke saluran Kebaran.

Kemudian pembenahan Sudetan di SMP 4, saluran yang berada di SMP 4 dari barat itu nanti di sudet ke selatan dan itu nanti bisa mengurangi air sekitar 10% sehingga total nanti bisa mengurangi air sekitar 25 – 30% yang menuju samsat.

Selanjutnya berupaya untuk minta bantuan ke pusat pembuatan embung-embung di Kebaran, Embung-embung ini tidak sedikit biayanya menelan biaya sekitar 15 Miliar dan kalau embung-embung ini jadi dengan 3 alternatif ini banjir di Samsat akan bisa semua 100% teratasi tapi ini semua perlu kerja sama dan waktu.

“Sedangkan Banjir yang dilain tempat juga sama prinsipnya juga mengurangi / menyudet dan membuat drainase-drainase yang langsung dibuang ke kali. Jadi sistemnya bukan memindahkan masalah tetapi bagaimana kita mengatasi masalah, tapi kalau menangani sepotong-sepotong hanya memindahkan masalah tapi tidak menangani masalah,”pungkas Muhtar.(Lak)

News Feed