oleh

Gugus Tugas Bubarkan Kerumunan Wisuda KB dan RA di Mojokerto

Kepala Satpol PP kabupaten Mojokerto H Nurhono saat pimpin Pembubaran kerumunan di acara wisuda Siswa-siswi KB & RA Perwanida Ngoro Mojokerto(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Satpol PP Kabupaten bersama tim gugus tugas covid-19 Kecamatan Mojosari membubarkan kerumunan masa yang melaksanakan kegiatan wisuda pelepasan siswa-siswi KB dan RA Perwanida angkatan 2020-2021 di Oshilova Resto ,Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto.

Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto H.Nurhono saat dikonfimasi wartawan mengatakan terpaksa membubarkan aksi kerumunan di Oshilova resto karena penyelengara tidak ada pemberihuan atau ijin ke gugus tugas baik kecamatan maupun gugus tugas Kabupaten.

“Tidak ada izin terpaksa kami mengambil tindakan, koordinasi sama Camat Mojosari,terus sama- sama kita bubarkan karena tidak ada koordinasi dengan Gugus tugas Covid-19 Kabupaten maupun dari tingkat kecamatan tidak ada izin,”tegas Nurhono,Senin(21/6/2021)

Lebih lanjut Nurhono menegaskan,penyidik akan mendalami yang pertama terkait injin usaha dan kedua terkait ijin kegiatan kepada gugus tugas kabupaten maupun gugus tugas Kecamatan.Pihak Pol PP Kabupaten akan mendalami dulu, tekait proses pidananya akan ditangani oleh pihak Polsek Mojosari.

Sementara itu Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi menegaskan,bahwa kegiatan tersebut benar-benar melanggar protokol kesehatan,yaitu tidak menghindari kerumunan.Yang di maksut oleh masyarakat selama ini yang diangap prokes itu hanya pakai masker dan cuci tangan padahal ada 5 M,ada cuci tangan, menjaga jarak sudah tidak dilaksanakan,menghindari kerumunan sudah jelas-jelas kerumunan tidak dihindari,dan mengurangi mobilitas yang semula masyarakat beraktifitas dirumah sekarang dikumpulkan jadi satu.Dan hal ini melanggar Prokes,karena 3 M sudah tidak dilaksanakan.

“Mohon maaf rekan-rekan media jangan sampai diplintir,yang kita bubarkan adalah kerumunan,bukan kegiatan wisuda ,jangan nanti orang wisuda di bubarkan bahasanya demikian,kenapa kita bubarkan karena tidak mematuhi prokes dan tidak berijin,”ungkap Kapolsek.

Masih kata Kompol Heru,seandainya ada pemberitahuan kepada pihak gugus tugas, mukin dari pihak gugus tugas bisa membantu ,terkait pelaksanaan terkait prokes,termasuk kapasitas ruangan yang hanya mampu menampung sekitar 50% dari jumlah pengunjung.

Perlu diketahui bahwa kegiatan wisuda yang yang menimbulkan kerumunan tersebut di hadiri lebih dari 80 orang undangan dengan kapasitas ruangan hanya 50 orang.

Dilain pihak dari pengelola,yang diwakili Manager Resto Didin Adi ,Kegiatan wisuda ini sudah dilaksanakan sesuai prokes, ada tempat cuci tangan,Termogan untuk tes suhu tubuh para undangan,jaga jarak bahkan kursi sudah sesuai jarak prokes,tapi pihak pengelolah mengakui terkait hal ini memang tidak ada ijin kepada gugus tugas saat pelaksanaan kegiatan.

“Dari tim kami sebenarnya sudah melaksanakan prokes,tapi karena namanya anak-anak ,setelah kegiatan saling rangkul-rangkulan ,sehinga Satpol PP mengangap masih ada kerumunuan,dan kita akui memang jadi melanggar prokes,”terangnya.

Pihak pengelolah menuturkan,peristiwa ini akan dijadikan evaluasi kedepan untuk lebih melaksanakan prokes ketat,dan segera mengurus ijin.(sus)

News Feed