oleh

Dinas Sosial Magetan Lakukan Pemadaman Data Penerima Bantuan Dengan Pendataan Baru Dikhawatirkan Dable Data

Kepala Dinas Sosial Yayuk Sri Rahayu besama Kabidnya saad diwawancarai awak media ini

Beritatrends, Magetan – Dengan adanya pemberitaan dari Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan melalui Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

“New DTKS ini karena kita melakukan pengontrolan data sehingga ada hampir 21,1 juta data yang kita tidurkan,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini di Gedung Kemensos, Jakarta beberapa minggu yang lalu.

Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya.

Contohnya jika seseorang diketahui memiliki dua data, maka satu data akan dinonaktifkan. Sehingga dengan pemutakhiran data itu penerima bansos akan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Yayuk Sri Rahayu mengatakan, Kementrian Sosial saat ini sedang pemadaman data Adminduk yang ada di aplikasi SIKS-NG dengan Adminduk yang dibawa, oleh karena itu penerima bantuan, data berupa KTP dan KK harus sama kalau ini tidak sama yang dulu terima bantuan sementara tidak dapat bantuan (untuk sementara). Karena ini sudah dilakukan pemadaman di Desa dan Kelurahan juga sudah dilakukan, ini tinggal menunggu finalisasi dari Kementrian.

“Jadi yang namanya pemadaman itu tidak hanya NIK-nya saja tetapi namanya juga harus persis sama, kemudian di KK yang baru itu anaknya dua di SIKS-NG baru satu itu tidak bias,”terangnya.

Di desa dan di kelurahan itu sudah mulai akhir Desember 2020 sudah mulai mengusulkan, tetapi tidak hanya NIK tetapi ejaan, terus jumlah keluarga yang masuk, alamat dan lain lainnya.

Lanjutnya, 21 juta itu kita tidak tahu data yang mana terus terang kami belum tahu, karena kalau tidak BNBA (by name by address) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) kita tidak bias, tetapi yang kenyataan saat ini kalau tidak pemadaman tadi yang saya bilang ejaannya mungkin angkanya atau keluarganya sudah berubah.

“Jadi misalnya laki-laki perempuan itu sudah tidak bisa, jadi harus persis sama, yang tidak sama sementara ini, bantuan dihentikan dan belum terima, tetapi dari masyarakat awal Desember 2020 sampai Mei 2021 sudah difinalisasi dan nanti kita tinggal tunggu hasilnya setelah penetapan DTKS lalu baru yang diusulkan lagi pemadaman tadi dan dapat bantuan lagi,”terang Yayuk.

Kalau yang tidak layak solusinya nanti yang pertama ini nanti kita bantu Sembako rutin, kalau BPNT kan rutin senilai Rp. 200 ribu, ya nanti kami upayakan bisa rutin setiap bulan, ya kalau tidak kita juga nilai yang sama sambil menunggu KK atau KTP. Ada beberapa ini yang lagi gencar-gencarnya di wilayah Poncol, yang saya lihat itu warga-warga yang lansia, difabel yang tidak mempunyai KK dan KTP, di Poncol lagi gencar untuk perekaman data perangkat desa turun ke lapangan.

“Sebetulnya Disdukcapil itu sangat respon tetapikan tergantung usulan dari Desa atau Kelurahan terkait pendataan bagi orang lansia atau dispable yang belum punya KTP intinya Disdukcapil siap jemput bola sela dari bawah melakukan pendataan,”ucap Yayuk.

Untuk perbedaan selisih harga untuk BNT itu kan sudah ketentuan, itukan sesuai dengan harga pasar kalau memang naik turunnya itukan saya sendiri juga tidak melihat persis BNT kan ada pendamping, disitu sebelum penyaluran ada istilahnya sudah rundingan dulu antara Desa dan E-warong dan perwakilan KPM.

Memang E-warong yang harus membelanjakan, E-warong harganya tidak boleh mahal dari harga warung sebelah. Ya nanti dari KPM nya maupun dari Desanya itu juga ada istilah menanyakan E-warong kok harganya Cuma dapat segini, karena disusunan itu juga ada di Kecamatan/ Desa/Kelurahan ikut didalamnya.

“E-warong bakal dirubah ? Kalau itu saya belum tahun secara resmi yang jelas belum ada tetapi dulu memang ada wacana seperti itu, sampai sekarang belum ada surat resmi, dan tentunya kalau belum ada surat resmi akan tetap berjalan seperti itu,”pungkas Yayuk. (Gal)

News Feed