oleh

Dugaan Korupsi RS Paru Dungus Madiun, Tipikor Tetapkan 4 Tersangka

Koko Widyatmoko Kuasa Hukum Tersangka

Beritatrends, Madiun – Satuan Resese Kriminal Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Polres Madiun telah menetapkan 4 tersangka. Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung baru RS Paru Dungus Madiun sebesar 9,4 Milyar milik Pemprof Jatim yang dilaporkan oleh masyarakat pada 2019 lalu.

Yaitu pekerjaan pembangunan gedung pada tahun 2015 lalu, yang diduga ada barang yang tidak sesuai dengan Spesifikasi di Rencana Angaran Belanja (RAB).

Jumat, 11 Juni 2021 Unit Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melakukan pemeriksaan kepada ke 4 tersangka. Dengan cara mengkonfrontir, mengketemukan tersangka dengan saksi supaya dapat terkuak kebenaranya.

Sekitar 6 jam tersangka diperiksa diruangan Unit III tipikor, Pukul 18:15 WIB beberapa wartawan yang menunggu dari awal pemeriksaan belum bisa mendapatkan keterangan terkait hasil dari pemeriksaan tesangka.

“Koko Widiatmoko SH kuasa hukum dari 2 tersangka Pitoyo dan Yohanes mejelaskan kepada awak media. Ada 4 tersangka yang sudah disangkakan, namum hanya 3 orang yang dilakukan penahanan,” terang Koko.

Hanya 1 yang belum di lakukan penahanan, yaitu Direktunya PT Tunggal Jaya Raya. Dia merupakan Kontraktor yang mengerjakan pembanguna gedung baru di Rs Paru Dungus Madiun,” Jelanya.

Koko saat ditanya oleh wartawan, terkait pemeriksaan dan keterlibatanya kliennya dalam kasus ini. Ya saat ini saya mendapingi klien dalam pemeriksaan, untuk dikonfrontir dengan 2 orang saksi. Terkait pembangunn gedung baru Rumah Sakit Paru Dungus Madiun yang tidak sesuai spesifikasi di RAB.

Sementara ini klien saya kenakan adalah pasal korupsi, karena dia merupakan pihak ketiga yang membantu adminitrasi sewaktu pra lelang,” jelasnya.

Ditanya mengapa tersangka bos dari kontraktor yang mengerjakan pekerjaan gedung tersebut tidak ditahan besama ketiga tersangka lainya. Koko Widiyatmoko mengatakan itu bukan wewenang saya yang menjawab.

Untuk sementara pihah dari kepolisian baik kasat Reskrim maupun kapolres belum bisa memberikan keterangan. Dikarenaka masih ada kegiatan Supervisi diluar dengan Mabes Polri.(Ery Pramudya)

News Feed