oleh

Demo Kuota CPNS Maluku Barat Daya Jilid II: GMNI Cabang MBD, Siapa Yang Tulus Bersama Rakyat ?

 

Ketua Komisariat Hukum GMNI Cab. MBD saat berorasi

Beritatrends, Tiakur, Maluku Barat Daya – Demontrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Maluku Barat Daya yang dilakukan dua kali dalam beberapa pekan lalu, kini meninggalkan tanda tanya.

Pasalnya aksi jilid I yang berbuahkan respon cepat Pemda MBD, dengan mengutus tim yang dipimpin oleh wakil bupati ke Jakarta, boleh dikatakan berbuahkan hasil walaupun tidak seperti yang diharapkan sesuai aksi yang dilakukan.

Timbul tanda tanya publik usai aksi jilid II. Dikarenakan, Kareteker Ketua GMNI Cabang MBD mengeluarkan pernyataan yang dimuat salah satu media online yang menyatakan bahwa, aksi jilid II diduga dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan pribadi tertentu.

Pernyataan itu dibantah oleh Ketua Komisariat Hukum GMNI Cabang MBD Andre Pera dalam pernyataan tertulis (11/6/2021). Menurut Andre aksi jilid II adalah aksi yang murni dan tulus dan tidak terselip kepentingan seperti yang ditudingkan.

Saya mau sampaikan bahwa, setiap aksi demontrasi yang dilakukan, secara substansi ada pada point tuntutan atau surat pernyataan tersebut.
Dalam surat pernyataan yang saya bacakan, saya menegaskan bahwa, tidak ada terselip sedikitpun kepentingan pribadi seseorang dalam aksi tersebut (jilid II, red).

Selanjutnya Andre menambahkan bahwa, tindakan pembatalan aksi jilid II yang sempat dilakukan oleh ketua cabang adalah keputusan sepihak, tanpa adanya komunikasi dengan kader GMNI di kota Tiakur. Begitupun dengan oknum-oknum yang memanipulasi cap GMNI cabang MBD untuk membatalkan aksi jilid II. Tetapi aksi ini adalah aksi murni sehingga semua rintangan dapat dilewati.

Andre juga menambahkan bahwa sesuai konstitusi organisasi, dikatakan bahwa jika ketua tidak beradah ditempat maka, untuk melaksanakan tugas sementara ada ditangan pelaksana tugas sementara.

Hal itu dibenarkan salah seorang alumni pengurus GMNI, dia mengingatkan kembali kepada semua kader dan alumni bahwa GMNI berjuang bersama-sama rakyat, GMNI berjuang untuk rakyat. Ditambahkannya bahwa point tuntutan aksi jilid II jelas yaitu menuntut bupati memberhentikan kapala BKPSDM dan kabag organisasi, meminta DPR menggunakan hak interpelasi memanggil dan mengevaluasi kinerja sekertaris daerah, serta meminta kepada fraksi-fraksi di DPRD MBD untuk mengevaluasi kinerja ketua dewan.

Semuanya kami lakukan dengan niat murni dan tulus untuk kepentingan rakyat di bumi kalwedo ini. Lalu siapa yang dikatakan tidak tulus bersama rakyat?. (Jemi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed