oleh

Tolak Rencana Pendirian Tempat Ibadah Warga Di Ponorogo

Warganya lingkungan Kelurahan Bangunsari jalan Thamrin memasang spanduk menolak keras pendirian tempat ibadah

 

Beritatrends, Ponorogo – Puluhan warga yang berada di lingkungan Kelurahan Bangunsari jalan Thamrin Kecamatan Kota Kabupaten Ponorogo, beramai-ramai melakukan aksi memasang spanduk yang bertuliskan rencana penolakan tempat ibadah di lingkungan setempat, Kamis (10/6) malam.

Penolakan rencana pendirian tempat ibadah tersebut, lantaran warga setempat mengaku belum merima surat ijin pendirian tempat ibadah di lingkungan mereka.

“Warga didua RW yang terdiri dari empat RT di Lingkungan Kelurahan Bangunsari Kecamatan Ponorogo menolak keras dengan rencana pendirian tempat ibadah tersebut, karena kami belum menerima ijin lingkungan untuk pendirian tempat ibadah tersebut. Ini bukan sekedar isu akan didirikan bangunan tempat ibadah, namun kami sudah mengetahui secara pasti akan rencana pembangunan tempat ibadah tersebut, “ujar Haynce Hapsaki Ketua RT II kelurahan Bangunsari.

Haynce Hapsaki menambahkan, status dari bangunan yang akan dibangun tempat ibadah milik Toko Sampurna, yang ditempati oleh Bapak Pendetanya selama 10 tahunan.

“Beliau juga disini bersama warga ikut kegiatan lingkungan, karena status rumah tangga kita atau warga tidak ada masalah. Tapi karena berubah menjadi gereja, warga menolak keras, “imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsekta Ponorogo AKP Haryo Kusbiantoro menyampaikan, aksi dari warga yang melakukan penolakan rencana pembangunan tempat ibadah dengan pemasangan spanduk tersebut berjalan kondusif.

“Aksi warga di lingkungan Kelurahan Bangunsari malam ini, artinya tidak ada gejolak, relatif aman dan kondusif. Dari penyewaan rumah belum ada konfirmasi, namun demikian, langkah-langkah selanjutnya akan dilakukan mediasi dengan lingkungan atas terjadinya pemasangan spanduk yang bertuliskan penolakan dengan pihak terkait, “pungkas AKP Haryo Kusbiantoro. (efa/wawa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed