oleh

Tim Zecat Siap Menyulap Lumpur Panas Sidoarjo Menjadi Katalisator Biodiesel

saat pengambilan simple lumpur Lapindo untuk bahan penelitian

Beritatrends, Sidoarjo – Lumpur panas Sidoarjo merupakan bencana dengan skala kerugian yang sangat besar dan masih berlangsung hingga saat ini, lumpur ini bersumber dari bekas pengeboran PT. Lapindo Brantas, sehingga masyarakat lebih akrab dengan sebutan Lumpur Lapindo.

Kementerian PUPR menyampaikan bahwa terdapat semburan lumpur yang perharinya mencapai 20-40 ribu meter kubik dan tanggul penahan yang memiliki tinggi mencapai 12 meter.

Bahaya yang ditimbulkan tersebut melatarbelakangi tim Zecat dengan ketua Nabilah Azfa Fauziyyah dan Anggota Maya Oki Septiani, Mohammad Hilfi Azra Dzikrulloh, Dinda Sribuana dan Viska Rinata dalam membuat karya inovatif sebagai wujud nyata peran mahasiswa memberikan pelayanan berbasis keilmuan bagi masyarakat.

Dalam penggarapan karya ini, tim Zecat optimis dapat menyajikan karya yang bernilai kontributif dan solutif.

“Dalam beberapa kesempatan saya melihat lokasi semburan lumpur panas itu saya berfikir bagiamana cara memanfaatkan supaya lebih bernilai ekonomis, masal,”ungkap Nabilah selaku ketua tim dan inisiator ide penelitian.

“Saya optimis, dengan intensitas penelitian dan kajian yang terstruktur, tim akan merubah lumpur panas Sidoarjo menjadi produk bernilai ekonomis bahkan dalam skala industri,”papar Maya.

Ide tersebut sangat di apresiasi oleh beberapa akademisi yang berkompeten di bidang yang sesuai, diantaranya Ibu Endang Ciptawati S.Si., M.Si. yang juga merupakan pembina dari tim Zecat. Menurut dosen jurusan kimia tersebut, lumpur panas Sidoarjo mengandung silika sebesar 53,40% yang berpotensi dalam proses sintesis zeolit untuk kemudian digunakan sebagai katalisator produksi biodiesel.

“Biodiesel merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis, sehingga efisiensi produksi biodiesel ini perlu ditingkatkan salah satunya dengan media katalisator.” Ungkap Viska.

“Zeolit ini menjadi bahan yang tepat digunakan sebagai katalisator karena secara fungsional sangat mendukung target ramah lingkungan dari biodiesel sendiri.” Tambah Hilfi.

Semangat kontribusi tim dengan almamater Universitas Negeri Malang ini menghantarkan penelitiannya lolos pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2021 yang didanai oleh Kementrian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

tim Zecat

Tahap selanjutnya tim Zecat harus menghadapi persaingan yang lebih ketat pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2021 yang merupakan kegiatan puncak Program Kreativitas Mahasiswa.

“Kritik dan saran dari berbagai pihak akan meningkatkan optimisme kami dalam penelitian ini,”tutp Nabilah.

Perlu diketahui tim Zecat yang digawangi oleh Nabilah Azfa Fauziyyah, Maya Oki Septiani, Mohammad Hilfi Azra Dzikrulloh, Dinda Sribuana, dan Viska Rinata yang kelimanya tercatat sebagai Mahasiswa Sarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang (FMIPA UM/).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed