oleh

Bupati Ponorogo Launching Sumur ABT 25 Titik di Desa Duri Kecamatan Slahung

Launching Sumur/Irigasi Air Tanah Dalam 25 titik di kabupaten Ponorogo

Beritatrends, Ponorogo – Sektor pertanian menjadi prioritas utama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, oleh karena itu dalam 99 hari kerja, Sugiri Sancoko meresmikan 25 titik sumur dalam di Desa Duri Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Sumur sedalam 90 meter tersebut merupakan bukti nyata salah satu program yang dirumuskan Kang Giri dan Bunda Rita.

Peresmian dilakukan Kang Giri dengan penombolan sirine sebagai tanda dimulainya mesin pengebor sumur dalam atau Air Bawah Tanah (ABT)  serta di sambut dengan tarian warga Desa Duri dan selamatan 18 tumpeng, Kamis (03/06/2021).

Bupati Sugiri mengatakan bahwa di Kabupaten Ponorogo masih banyak sawah yang belum memiliki saluran irigasi. Hal itu akan sangat menyusahkan petani apabila musim kemarau tiba. Dengan adanya sumur dalam ini, diharapkan membantu pengairan sawah dan ladang masyarakat sekitar.

“Menjaga keseimbangan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami (Pemkab) mengupayakan sumur dalam,”jelas Sugiri.

Lanjutnya, Saya minta agar masyarakat merawat sumur tersebut. Karena dalam 3 tahun, akan ada penambahan sumur-sumur yang sama untuk membantu petani, masyarakat juga harus mengimbangi dan APBDes juga harus menganggarkan untuk membuat sumur resapan agar ada keseimbangan.

Ini diilhami ketika saya mau pencalonan bupati dulu, saya buka peta Ponorogo ternyata masih banyak sawah yang belum ada irigasinya.

“Sehingga dari sekian ribu hektar itu harus segera kita atasi secara bertahap dengan membangun sumur dalam di titik-titik yang tidak mungkin ada irigasi teknis,”pinta Sugiri.

Ditambakan  Kepala Dinas Pertanian Ir Andi Susetyo, MMA mengatakan, dalam pertanian hebat itu salah satu inovasi adalah untuk 20 hektar lahan pertanian ada satu sumur dalam. Keberadaan sumur dalam diyakini tidak mengganggu sumber-sumber sumur air tanah dangkal yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Pasalnya, sumur tersebut digali tanpa bertabrakan dengan sumber sumur dangkal.

“Sumur dalam harus lebih dari 80-90 meter sehingga sumur tanah yang dipakai untuk kebutuhan rumah tangga juga tidak terganggu sumbernya,”terang Andi.

Pembangunan sumur dalam atau ABT yang tersebar sebanyak 25 titik di 25 kelompok tani, 21 desa dan 9 kecamatan salah satu di antaranya berada di Desa Duri, Kecamatan Slahung.

Sumur dalam ini bersumber dari anggaran pusat sebanyak 5 titik sedangkan 20 titik berasal dari dana bagi hasil cukai tembakau. Pembangunan swakelola padat karya sesuai Permentan No 2 tahun 2021.

” Sengaja kami pilih lokasi ini karena cukup tinggi untuk sumur dalam sehingga bisa memenuhi kebutuhan air petani di Desa Duri. Dimana luas lahan 50 hektar dan luas non sawah 25 hektar dengan daya gravitasi air akan mengalir ke sawah,” ucap Andi.

Andi Susetyo juga menyampaikan kondisi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Ponorogo, dengan luas lahan sawah kurang lebih 34.801 hektar, sementara pertanian non sawah 54.321 hektar.

“Dari 34.801 hektar sawah maka kondisi saat ini terintegrasi tekhnis dan indek tanaman padinya 300 yang artinya setahun panen 3 kali itu ada 13.586 Hektar,”papar Andi.

Sementara untuk luas lahan sawah yang akan terairi Waduk Bendo 5.227 hektar. Sisanya 15.988 hektar ini merupakan sawah tadah hujan belum terintegrasi dan indek tanamannya masih di bawah 200.

” Barang kali rencana yang menjadi garapan kita untuk lahan tadah hujan yang belum terintegrasi teknis, dan dari 15.988 hektar tersebut, kondisi sawah yang sudah ada sumur dalam sebanyak 386 , dan jika program setiap 20 hektar butuh 1 sumur dalam maka di perlukan kekurangan sebanyak 414 unit,”jelas Andi.

Kepala Desa Duri Dwi Mahmudin beserta forkopimca Kecamatan Slahung menyambut dengan senang hati atas kadatang Bupati Ponorogo beserta jajarannya di desa Duri, Kecamatan Slahung dalam 99 hari kinerja Bupati Sugiri untuk meresmikan sumur atau irigasi air tanah dalam atau ABT. (Andini)

News Feed