oleh

Yuk Bangun Generasi Paham Bela Negara Dari Usia Dini

Cendakia Membumi Gerakan Sosial Penanaman Semangat Bela Negara Bagi Generasi Bangsa

Beritatrends, Artikel – Generasi bangsa merupakan tonggak atau tiang dari pembangunan masa depan negeri. Menjamin pendidikan generasi bangsa, berarti mengupayakan pembibitan benih unggul untuk pembangunan masa depan.

Anak usia dini atau usia Taman Kanak – Kanak merupakan kelompok usia yang dalam hal didikan mudah untuk dibentuk. Banyaknya anak usia dini di Indonesia, menjadi salah satu alasan kuat, fokus pembentukan generasi ini sangat diutamakan.

Pentingnya pendidikan anak sejak usia dini juga didasarkan pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar nak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut (Pasal 1 butir 14). Berdasarkan hal – hal tersebut maka jelaslah bahwa pendidikan sejak usia dini sangatlah penting.

Dalam rangka pembentukan karakter bangsa sejak usia dini, salah satu aspek yang dikembangkan adalah pendidikan nilai. Dengan diberikannya pendidikan nilai dan moral sejak usia dini, diharapkan pada tahap perkembangan selanjutnya anak akan mampu membedakan baik buruk, benar salah, sehingga anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari – harinya.

Ini akan berpengaruh pada mudah tidaknya anak diterima oleh masyarakat sekitarnya dalam hal bersosialisasi.

Salah satu bidang yang harus ada dalam pendidikan nilai moral adalah penanaman nilai moral nasionalisme. Kita ketahui, pada era globalisasi ini, wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk diberikan kepada anak usia dini.

Dengan adanya pendidikan wawasan kebangsaan diharapkan nantinya anak-anak akan tumbuh menjadi generasi – generasi bangsa yang mencintai negeri dan tanah airnya. Sebaliknya jika anak-anak tidak dibekali nilai-nilai wawasan kebangsaan yang kuat, di masa mendatang akan sangat rentan ”dijajah” oleh berbagai hal dari luar.

Peningkatan pengetahuan melalui pendidikan nilai – nilai Bela Negara seyogyanya tidak hanya diberikan pada anak-anak. Lebih jauh, mulai dari guru bahkan orangtua atau wali harus ditekankan penanaman kesadaran bela negara.

Sebuah upaya yang dilakukan secara sinergis dalam satu siklus pembangunan karakter serta penanaman nilai bela negara, yang titik fokusnya tidak hanya di sekolah namun juga di rumah.

Hal paling sederhana, yang menjadi impian penulis salah satunya adalah dengan disadarkannya semua pihak, orangtua, guru, anak-anak, masyarakat pada umumnya, bahwa permainan tradisional khas anak-anak harus digalakkan Kembali.

Tutup gadget untuk anak-anak, tutup sementara fasilitas yang hanya mendukung “kemampuan modernisasi”, namun justru minim pengembangan kemampuan sosial bahkan nilai-nilai kebangsaan, seperti nilai toleransi, gotong royong, kebersamaan dan sebagainya yang akan mudah dipahami anak-anak generasi muda apabila didorong bermain bersama. Atau impian lainnya, misal, dengan semakin menggalakkan lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah, yang mungkin sederhana, namun sangat sarat makna penanaman nilai-nilai nasionalisme.

Dari hal-hal kecil, mari Bersama-sama kita bangun kesadaran diri, kesadaran orangtua, kesadaran guru, kesadaran masyarakat untuk Bersama-sama membangun karakter anak=anak yang merupakan generasi bangsa lebih cinta terhadap tanah air, dan segala kekayaan materiil dan immaterial di dalamnya. Jika tidak dimulai dari kita, tidak dimulai secara sederhana, akan dimulai oleh siapa, dan kapan waktu yang tepat?

Penulis : Anajeng Esri Edhi Mahanani, S.H. M.H. [Dosen Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur]

News Feed