oleh

Begini Strageti Dinas LH Kab Madiun Kelola Sampah Rumah Tangga

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Ir. Edy Bintardjo, MTP

Beritatrends, Madiun – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun memiliki strategi khusus untuk mengelola sampah rumah tangga di bumi kampung pesilat. Salahnya satunya dengan memberi reward dan punishman bagi masyarakat yang mau melakukan pemilahan sampah.

“Kami berikan reward dan punishman kepada masyarakat yang mau mengikuti pemilahan sampah dirumah masing-masing. Reward itu dalam bentuk pengambilan sampah gratis terhadap sampah yang sudah dipilah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Ir. Edy Bintardjo,MTP Senin (31/5/2021).

Menurut Edy sesuai dengan Perbup Madiun Nomor 60 A Tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Kabupaten Madiun dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga harus dimulai dari hulu ke hilir. Penanganan dari hulu, masyarakat dan dunia usaha sebagai penghasil sampah harus didorong untuk membudayakan pemilahan sampah organik dan anorganik secara terus menerus berkesinambungan.

Sementara pemerintah daerah sebagai fasilitator berusaha menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun membuat skema insentif terhadap kelompok, masyarakat, perusahaan terkaitan dengan pengelolaan sampah.

Caranya dengan memberikan reward dan punishman. Penghargaan berupa pengambilan sampah gratis bagi masyarakat sudah melakukan pemilahan sampah. Sedangkan, punishmannya tidak dilakukan pengambilan sampah bagi yang belum melakukan pemilahan.

Edy mengatakan sampah terpilah yang dikumpulkan dari rumah tangga ataupun dunia usaha lalu dikirim ke TPS disetiap kelurahan atau desa. Untuk itu kelurahan atau desa wajib memiliki TPS.

“Apabila ada kelurahan atau desa yang belum memiliki TPS maka dapat menggunakan sebagian tanah aset milik desa atau pemkab untuk didirikan TPS dengan anggaran APBD atau Anggaran Desa,” jelas Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan melalui cara tersebut, sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis langsung dikirim ke TPA. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dikumpulkan di TPS 3R atau bank sampah. “Di bank sampah akan memproses sampah tersebut menjadi pendapatan guna pengelolaan sampah,” tutur Edy.

Ia menambahkan sampah yang dikirim ke TPA adalah residu yang sama sekali tidak memiliki nilai ekonomi. Kendati demikian, sampah yang berada di hilir dapat dikelola menjadi sampah organik hingga menjadi kompos.

Untuk tenaga pengambil sampah, Edy mengatakan dapat menggunakan tukang gerobak sampah yang biasa bekerja dilingkungan masing masing. Honor tenaga pengambil sampah diambilkan dari APBD bisa melalui usulan prodamas di setiap kelurahan atau desa.

“Jadi masyarakat tidak perlu membayar lagi. Dan ini wujud reward pada masyarakat,” ungkap Edy.

Melebihi Target Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun melalui laporan jakstrada setiap tahunnya melakukan pemantauan capalan target pengurangan timbulan sampah. Tahun 2019 dari target 19.942 ton (20%) tercapai sebesar 20.108,36 (20,17%).

Dari jumlah itu diperoleh pembatasan timbulan sampah sebesar 5.008,9 ton , jumlah pemanfaatan kembali sampah sejumlah 4.939,56 ton dan jumlah pendauran ulang sampah sebesar 10.247,85 ton.

Ia mengatakan target – target baik pengurangan dan penanganan sampah yang ada dalam Jakstrada sudah disinkronisasi dengan RPJMD Daerah dengan Program Pengembangan Kinerja Pengolahan Sampah kegiatan.

Diantaranya, fasilitasi penilaian kota sehat/ adipura, peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan, operasi dan pemeliharaan persampahan, fasilitasi atau koordinasi upaya penanganan persampahan dan bina lingkungan lestari. (MAL)

News Feed