oleh

Kasus Kades Tanam Petai Lembeyan Wetan Ke Persidangan

Sidang kasus gugatan tanam petai di Pengadilan Negeri Magetan.

Beritatrends, Magetan – Sebelumya, di Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan gempar terkait penanaman pohon petai yang dilakukan oleh Kepala Desa Lembeyan. Buntut penanaman petai itu Kades digugat oleh 3 warganya sendiri dengan kuasa hukum dari LBH Surya Jaya Magetan.

Sidang gugatan 3 orang warga Lembeyan wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan terus menggelinding bak
bola panas.

kasus terkait penanaman petai oleh Kepala Desa Lembeyan Wetan itu memasuki tahapan pemeriksaan saksi tergugat, Kamis (27/5). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Magetan pagi tadi, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Lembeyan wetan selaku tergugat mengajukan 4 orang saksi.

Para saksi dari tergugat memberi keterangan tentang bukti kepemilikan tanah oleh pemerintah Desa Lembeyan wetan, namun ada beberapa pernyataan yang menjadi atensi khusus dari kuasa penggugat, perihal keterangan yang diberikan saksi yang telah membuat surat pernyataan bermeterai yang diduga palsu.

Salah Satu Advokad dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya Jaya Magetan, Muhammad Widodo, SH selaku kuasa penggugat menerangkan, dugaan palsunya surat peryataan itu karena tanggal pembuatan surat dipastikan belum terbit materai 10 ribu. Padahal surat itu dibubuhi materai 10 ribu.

“Dalam keterangan tergugat ada dua orang yang membuat surat pernyataan mengenai kepemilikan tanah, tertanggal 10 September 2020. Tetapi materai yang digunakan dalam surat pernyataan tersebut adalah materai 10 ribu, padahal pada tanggal 10 September 2020 dipastikan belum dicetak materai tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya temuan itu, Widodo menegaskan akan segera menempuh jalur hukum pidana dan melaporkan dugaan pemalsuan tersebut ke Polres Magetan.

“Artinya kami menduga keterangan saksi tersebut palsu, untuk itu bila mana perlu hal ini akan kami tempuh dengan jalur pidana. Insya Allah secepatnya kita laporkan ke Polres Magetan,” terangnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Desa Lembeyan Wetan Sumiran saat ditanya mengenai surat pernyataan bermaterai itu mengaku tidak tahu menahu dan menyerahkan semua kepada keputusan majelis hakim.

“Masalah materai saya serahkan pada yang berwenang yakni majelis hakim, yang jelas karena pembuatan surat ada jenjang waktu mungkin penempelan materai tidak sama dengan pembuatan surat pernyataan. Jadi saya kurang tahu masalah peryataan dan saya tidak bisa menjawab,” ungkapnya. (Galih)

News Feed