oleh

Warga Aceh Ditampar Satpol PP, Sulthan Alfaraby Minta Kasatpol PP Evaluasi Anggota

Beritatrends, BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

BANDA ACEH – Oknum anggota Satpol PP Kota Sabang, Provinsi Aceh viral usai menampar seorang pengendara motor.

Walaupun permasalahan ini telah berujung damai, tapi oknum Satpol PP itu dikenakan sanksi.

Kejadian ini dikabarkan berawal dari video yang heboh di media sosial yang memperlihatkan beberapa anggota Satpol PP yang berdiri dekat dengan seorang warga yang mengendarai motor. Warga tersebut terlihat menggunakan helm dan tak mengenakan masker.

Oknum Satpol PP terlihat sedang berkomunikasi kepada warga dan menepuk-nepuk tangan warga tersebut. Warga itu pun sempat mengangkat tangan kanan dan menepis tangan oknum Satpol PP itu.

Tiba-tiba oknum Satpol PP yang ditepis tangannya itu tiba-tiba menampar warga yang mengenai helm warga. Beberapa anggota Satpol PP lain pun terlihat melerai perselisihan tersebut. Keduanya juga sempat terlibat cekcok. Hal ini seperti diinfokan oleh detikcom.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby merasa menyesal atas kejadian tersebut dan telah meminta kepada Kasatpol PP dan WH Aceh untuk mengevaluasi anggota agar kejadian serupa cukup menjadi yang terakhir, Jumat, (28/05/2021).

“Kasatpol PP dan WH Aceh sudah semestinya mengevaluasi secara ketat kepada seluruh anggota. Baik kelayakan secara fisik maupun psikologis. Sekiranya jika ada yang belum layak untuk turun ke lapangan maka jangan diturunkan. Jangan sampai kejadian tampar-menampar. Satpol PP itu harus jadi panutan bagi masyarakat. Jika ada lagi maka saya minta untuk dipecat,” ujarnya.

Pegiat sosial tersebut juga mengatakan akan datang ke kantor Satpol PP dan WH Aceh bersama rekanan jika kejadian tersebut terulang lagi.

Dia juga menilai bahwa cara yang persuasif adalah jalan efektif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh kedepan dan menyatakan bahwa warga sipil bukanlah musuh negara yang harus mendapat perlakuan kasar.

“Cara-cara persuasif adalah jalan yang efektif untuk meningkatkan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP dan WH Aceh. Oleh sebab itu, sayangi wargamu seperti anda sekalian menyayangi keluarga sendiri. Jangan main tampar terhadap warga sipil karena dia bukan musuh negara”, tutupnya ketika berdiskusi.

News Feed