oleh

Tidak ada di Kecamatan, Camat Mdona Hyera Menimbulkan Polemik Soal Ketua Latupati : Masyarakat Pulau Luang Bersikukuh Menolak.

Rapat Penunjukan Ketua Latupati diruang rapat komisi B DPRD MBD

Beritatrends, Tiakur, Maluku Barat Daya –  Jika tatanan adat istiadat dan warisan sejarah leluhur tidak dilestarikan akan mengakibatkan polemik yang berpotensi konflik; demikian yang terjadi di Kecamatan Mdona Hyera yang lebih dikenal dengan Pulau Luang Sermata. Pasalnya seperti pemberitaan beberapa media online beberapa waktu lalu tentang pernyataan penolakan ketua latupati hasil penunjukan camat oleh tokoh-tokoh adat, BPD dan masyarakat Pulau Luang masih terus terjadi hingga saat ini.

Menurut adat istiadat Luang Sermata tidak membenarkan seorang camat menunjuk ketua latupati, apalagi penunjukannya dilakukan diluar wilayah regional Luang Sermata.

Hal itu disampaikan Erna Karuna seorang tokoh perempuan asal pulau Luang saat dihubungi media ini via messenger (27/05/2021).

“Camat Tidak memiliki hak. Camat bukan pemimpin adat. Camat adalah struktur pemerintahan birokrasi garis depan yang tidak ada hubungannya dengan adat istiadat, sehingga tidak dibenarkan mencampuri apalagi mengatur urusan yang berhubungan dengan latupati”.

Erna Karuna, Tokoh Perempuan Pulau Luang

Selanjutnya kata Erna, Latupati adalah jabatan adat oleh karenanya pemilihan ketua Latupati harus difokuskan di wilayah adat setempat dan dipilih oleh SEMUA kepala desa yang berada diwilayah regional kekuasaan Latupati tersebut.

Kami tidak mempersoalkan siapa yang menjadi ketua Latupati Luang Sermata, tetapi sebagai anak adat kita wajib melestarikan adat istiadat dan sejarah yang diwariskan leluhur kita, olehnya itu kami menolak ketua latupati hasil penunjukan yang dilaksanakan di Tiakur, kata Erna melanjutkan.

Harapan kami masyarakat Luang agar pemilihan Ketua Latupati dilakukan dengan mekanisme yang benar sesuai tatanan adat istiadat Luang Sermata. Agar kita dapat meninggalkan contoh dan teladan yang benar kepada generasi muda penerus warisan sejarah leluhur yang telah membentuk adat istiadat di pulau-pulau yang di juluki Noho Ina Rai Yamna yang kita cintai ini, tutup Erna mengakhiri. (Jemi)

News Feed