oleh

BPN Landak Lega , Florentinus dan Yustina Sinkronkan Status Tanah

Penyelesaian sengket tanah di kantor BPN Landak

Beritatrends, Landak – Beberapa rumor dan statman di beberapa media yang terbit beberapa bulan yang lalu terkait topik dugaan wan prestasi terhadap janji transaksi pelunasan dari yustina tergadap lahan tanah yang terletak di Desa Salumang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, di mana luasan tanah tersebut sebesar 350 meter persegi yang awalnya di sepakati minat beli dari Yustina kepada Florentinus pada tahun 2019 yang lalu, namun karena satu lain hal pada waktu itu ada konsep bayar cesh tunda, dengan formasi 50 juta dulu sisanya menyusul dan hanya di sepakati tidak mengikat jangka waktu baku, dengan posisi dan kondisi keperluan yang berbeda dari kedua belah pihak , maka terjadi lah salah presepsi.

Namun berjalan seiringnya waktu bergulirlah permasalaha n ini, sehingga dimintalah Badan pertanahan Nasional kabupaten Landak untuk memediasi, oleh Florentinus selaku pemilik tanah, pada tanggal 19 mei 2021 bertempat di ruang Kepala Kantor Pertanahan, lengkap di hadiri oleh kedua belah pihak.

Yustina dari pihak pembeli dan Florentinus dari pihak penjual ahirnya bersepakat menyelesaikannya kekeluargaan dan tuntas dengan transaksi disaksikan oleh Saurmudin dan staf Pertanahan Kabupaten Landak.

“Kita sangat berterima kasih kepada kedua pihak telah menyelesaikan hal ini,”kata Saurmudin, dan mudah-mudahan ini jadi pembelajaran bagi semua masyarakat agar jangan melakukan janji dan transaksi terhadap objek tanah.

Transaksilah terhadap objek yang tidak bermasalah, dan dengan penyelesaian ini sertipikat hari ini saya serahkan ke ibu Yustina. “Sah menjadi milik Yustina, sengketa sudah selesai,”kata Saurmudin.

Di minta pendapatnya Florentinus mengatakan minta maaf dan tidak akan mempermasalahkan hal ini,
Demikian juga Yustina mengatakan bahwa bukan niat menunda dan mempermainkan pak Florentinus, namun kita menunda ini lantaran banyak hal, bukan sengaja, kita juga punya keterbatasan, dan bagi siapa saja yang mengikuti perkembangan informasi, yang benarnya bukan tipu tipu, hargapun sebenarnya kalau untuk diwilayah Desa Salumang harga Rp. 80 juta itu untuk luasan 350 meter, itu cukup mahal.

“Tapi saya komitmen dari harga Rp. 100 juta yang di minta, saya hanya bisa membayar Rp. 80 juta, itu bukan patokan harga untuk harga tanah di Desa Salumang, hanya saja berlaku hukum ekonomi, ya kita pun sudah menyelesaikan salah paham dan salah fresepsi,”pungkas Yustina mengahiri, sembari berjabat tangan ( D/ S )

News Feed