oleh

Peran Pemuda Dalam Menghadapi ATGH dan Mendukung Terciptanya Kondusifitas di Kabupaten Magetan

Sosialisasi Sosialisasi ATGH bewrlangsung

 

Beritatrends, Magetan – Sosialisasi peran pemuda dalam menghadapi  Ancaman, Tantangan, Gangguan dan Hambatan (ATGH) dan mendukung terciptanya kondusifitas di Kabupaten Magetan, Bakesbangpol Magetan mengadakan Sosialisasi ATGH di Salah satu Resto Jalan Pahlawan Magetan yang di hadiri kurang lebih sebanyak 50 peserta.

Hadir dalam giat Kakesbangpol Kab. Magetan Drs. Chanif Tri Wahyudi, M. Si,  Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Ismulyono Triwidodo, Sip, Pasi Intel Kodim 0804/Magetan Kapten Arm Khoirudin, Ketua KNPI Kab. Magetan Toha, GP Ansor/Komandan Banser Magetan Gus Toefa, Ketua PP Muhammadiah Magetan Jaenuri  dan Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda/OKP se – Kab. Magetan.

Kabid Kewaspadaan Nasional Dandun Widya Kusuma, S. STP, M. Si mengatakan, peran pemuda dalam menghadapi  Ancaman, Tantangan, Gangguan dan Hambatan (ATGH) dan mendukung terciptanya kondusifitas di Kab. Magetan.

Dengan  tujuan bahwa dalam rangka penyelenggaraan otonomi, daerah mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI, perlu dilakukan upaya-upaya penanganan dan pencegahan konflik oleh Pemda dan mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah. Permendagri No 42 Tahun 2015 tentang koordinasi penanganan konflik.

“Memberikan ruang bagi pemberdayaan masyarakat dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas. Menciptakan sinergitas, koordinasi dan peran seluruh komponen masyarakat khususnya organisasi kemasyarakatan dalam mencegah konflik sosial, deteksi dini, cegah dini dan mengantisipasi setiap perkembangan yg terjadi di Kab. Magetan,”ucap Dandun.

Kabakesbangpol Magetan, Drs. Chanif Tri Wahyudi, M. Si mengatakan, Ormas adalah salah satu elemen kekuatan bangsa yang berguna untu merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.Potensi ormas dalam mensukseskan pembangunan di Indonesia sangatlah besar. Dari segi jumlah anggotanya sangat besar sehingga  potensi ini harus dikelola dengan baik.

“Akhir ini – akhir ini banyak terjadi konflik internal didalam organisasi kemasyarakatan yang pada akhirnya merembet pada konflik horizontal antar masyarakat. Maka kunci untu mengoptimalkan peran ormas anrata lain Kaderisasi dan pembinaan anggota, Modernisasi pengelolaan ubternal, Sibergitas dengan pemerintah, Berkontribusi terhadap kegidupan masyarakat. Ormas juga mempunyai peran penting dalam mencegah radikalisme di masyarakat sehingga peran ormas sangat strategis, Ormas merupakan kekuatan baru dalam mendampingi pilar demokrasi dalam menanamkan dan menumbuhkan rasa kebangsaan serta mencegah ancaman thd negara, dan Peran pemerintah tidak akan mampu optimal jika tidak dibantu semua elemen masyarakat salah satunya yaitu ormas,”papar Chanif.

Ketua PP Muhammadiah Magetan Jaenuri mengatakan, disini hadir beberapa ormas kemasyarakatan, potensi ini kita manfaatkan untuk mencegah AGTH yang ada di Kab. Magetan, salah satunya terkait paham radikalisme.

Lanjutnya, dampak covid-19 juga merupakan ancaman bagi negara karena dampak covid-19 banyak menyerap anggaran negara,yang menjadi pertanyaan adalah sampai kapan pandemi ini akan berakhir dan apakah negara mampu mengakomodir dampak tersebut.

“Berita hoax juga sangat mempengaruhi kamtibmas di masyarakat, sehingga peran pemuda sangat penting untuk memberikan pemahaman dan meluruskan berita2 hoax yg dapat berpotensi memcah belah persatuan bangsa,”ucap Jaenuri.

Ditambahkan Ketua GP Ansor/Komandan Banser Magetan Gus Toefa mengatakan, seorang pemuda harus mempunyai semangat yang mampu bergerak banyak sehingga membawa energi positif bagi seluruh elemen masyarakat. Jangan pernah takut melakukan kesalahan, karena dengan adanya kesalahan berarti kita pernah melakukan sesuatu, tidak hanya diam, dan dari kesalahan tersebut kita dapat belajar dan memperbaiki diri.

“Magetan mempunyai sejarah, dimana para pendahulu kita mempunyai jiwa perjuangan yg tinggi, hal ini harus kita pedomani dan ikuti, semangat juang para pendahulu jangan pernah padam,kita sebagai penerus bangsa harus mampu meneruskan perjuangan para pendahulu kita. Organisasi ini harus dikelola dengan profesional sehingga mempunyai peran dan tujuan yang jelas,”ujar Gus Toefa.

Dandim 0804/Magetan melalaui Pasi Intel Kodim 0804/Magetan Kapten Arm Khoiruddin mengatakan, permasalahan menonjol di Kabupaten Magetan antara lain Idelogi : adanya kelompok radikal yang berafiliasi dengan Isis, JI dan JAD , Politik : Pilpres/Pilkada dilaks serentak Tahun 2024, berpotensi terjadi pertikaian antar kelompok atau parpol. Ekonomi : dampak Covid-19 belum pulihnya perekonomian, isu kelangkaan pupuk subsidi, BSNT, PMI asal Magetan habis masa kontrak. Sosbud : meningkatnya situasi internal PSHT pasca perapatan luhur 2021 di Madiun, Keamanan : berita viral di medsos, meningkatnya aksi kriminalitas.

“Sedangkan  Tiga unsur wawasan kebangsaan antara lain Rasa kebangsaan, Paham kebangsaan, Semangat kebangsaan, dan dengan kesimpulan : Pada saat ini masih ada kelemahan atau menurunnya kesadaran bela negara dalam kehidupan nasional yang meliputi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga kesadaran bela negara belum dapat dipahami secara benar yang mengakibatkan generasi muda melaks berbagai tindakan atau prilaku melanggar norma hukum sosial, kesopanan, kesusilaan, agama maupun adat istiadat. Serta Pembudayaan kesadaran bela negara generasi muda didalam kehidupan bermasyarakat, lingkungab pendidikan, birokrasi maupun swasta belum sepenuhnya terwujud. Dan Sistem pendidikan nasional masih mengesampingkan bidang studi pertahanan keamanan (hankam) sehingga generasi muda sedikit yang belum memahami tentan kesadaran bela negara,”pungkas Kapten Arm Khoiruddin. (Efa/wawa)

 

News Feed