oleh

GMNI Demo Perihal Kuota CPNS : Wakil Rakyat dan Bapak Rakyat Bedah Pendapat

GMNI Demo 

Beritatrend, Tiakur, Maluku Barat Daya – Demontrasi Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Tiakur (25/05/2021) di depan gedung DPRD dan Kantor Bupati Maluku Barat Daya mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Namun jawaban dua pemangku kepentingan rakyat MBD tersebut justru bersebrangan satu dengan yang lain.

Bagaimana tidak para ‘wakil rakyat’ yang di wakili oleh Ever Moses (Gerindra), Alexander Dadiara (PKPI), Yesri Lolopaly ( Demokrat), dan Corneles Lokwatty (Gerindra) saat menemui para pendemo memberikan jaminan bahwa tuntutan masyarakat yang di wakili oleh GMNI akan di sampaikan kembali ke pemerintah pusat.

“Kita tabrak Menpan, kita menggunakan daerah 3T, kita bargaining (tawar menawar, red)” demikian tanggapan Lolopaly terhadap tuntutan pendemo.

Mungkin kita tidak bersamaan dengan daerah lain secara nasional tapi ada dispensasi dari pemerintah pusat, sikap fraksi Demokrat adalah meminta kepada pimpinan dewan untuk menindak lanjutinya, tutup Lolopaly disambut tepuk tangan oleh peserta demontrasi.

Lain lagi tanggapan pihak Bapa Rakyat yang saat itu cukup alot untuk diminta menemui para pendemo.

Wakil Bupati mewakili pihak ‘Bapa Rakyat’ menemui para pendemo didepan Gedung Kantor Bupati.

Dalam penyampaian tanggapan terhadap tuntutan pendemo Wakil Bupati mengatakan bahwa “untuk tahun ini tidak bisa karena suda melewati tahapan-tahapan yang maksimal, untuk itu saya minta maaf.

“Sementara diupayakan untuk tahun 2022 itu harus”, kata Wakil Bupati menjelaskan.

Hal itu mendapat tanggapan beragam dari peserta aksi, Neles Tuamain salah satu orator aksi tersebut mengatakan bahwa “tergantung lobih kita (pemda,red), seratus persen bisa seratus persen tidak bisa, karena panitia nasional penerimaan CPNS di bentuk oleh negara, bukan MBD”, kata Tuamain.

Kita bimbang dengan tanggapan pak wakil yang mengatakan mudah-mudahan, tapi kita akan kawal terus” pungkas Tuamain. (Jemi)

News Feed