oleh

Syawalan Ing Bumi Sarlondo : Contoh Edukasi Bagaimana Kita Semua Harus Terus Bergerak dan Terus Produktif di Masa Pandemi

Acara syawalan dengan hadroh, hiburan serta akustik

Beritatrends, Magetan – Syawal merupakan salah satu bulan dalam kalender Islam. Bagi masyarakat Jawa, tradisi Syawalan digelar rutin seminggu setelah Shalat Idul Fitri atau hingga lebaran Ketupat pada hari ke 7 bulan Syawal.

Syawalan kini semakin populer, karena tak hanya dilakukan oleh umat islam saja, namun oleh masyarakat secara umum, ikatan keluarga, dan kesamaan profesi atau ikatan tertentu lainnya.

Sama halnya di Magetan, Jawa Timur. Lintas Komunitas Magetan melaksanakan Syawalan yang mengusung tema “Syawalan Ing Bumi Sarlondo” yang dilaksanakan di Desa Candirejo, Magetan. Sabtu (22/05/2021) malam.

Syawalan Ing Bumi Sarlondo kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari cek suhu tubuh, memakai masker, dan pembatasan kapasitas pengunjung diberlakukan dalam acara tersebut.

Widia selaku Ketua Panitia Kegiatan mengatakan bahwa tujuan dari acara kali ini adalah sebagai suatu contoh edukasi bagaimana kita semua harus terus bergerak dan terus produktif di masa pandemi saat ini.

“Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan, aturan – aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat harus diterapkan”terangnya.

Widia berharap, semoga dengan acara kali ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk terus bergerak dan profuktif di masa pandemi Covid-19.

Dalam acara Syawalan Ing Bumi Sarlondo kali ini, masyarakat dapat menyaksikan secara Live Streaming di Channel Trends TV Indonesia dan Disparbud Magetan. (Crew Trends TV Indonesia)

News Feed