oleh

Korupsi Dana Desa Yaltubung : Kepolisian dan Kejaksaan diminta Memeriksa Kepala Desa dan Bendahara

 

Surat Pernyataan Kepala Desa dan Bendahara, Desa Yaltubung

Beritatrends, Tiakur Maluku Barat Daya – Kasus korupsi seakan tidak berlalu dari neg’ri ini, tak hanya di level pusat, propinsi dan kabupaten; kasus serupa juga terjadi di desa-desa. Sejak di gelontorkannya Dana Desa oleh Presiden Joko Widodo banyak kepala desa seakan tidak kuat secara mental dalam menolak godaan setan korupsi.

Masala yang sama terjadi di desa Yaltubung Kecamatan Pulau Babar Kabupaten Maluku Barat Daya.

Bagaimana tidak, Hans Rumalewang (kades Yaltubung,red) dan Anaci Rumalewang (bendahara Yaltubung,red) melahap Dana Desa Yaltubung tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 218.000.000,- (dua ratus pdelapan belas juta rupiah).

Warga desa Yaltubung yang tidak mau namanya di sebutkan saat di hubungi media ini (19/05/2021), membenarkan penyelewengan dana desa tersebut yang dilakukan oleh kepala desa dan bendahara.

“Memang benar terjadi penyelewengan dana desa Yaltubung tahun anggaran 2018, hal itu diketahui masyarakat saat rapat pertanggung jawaban penggunaan anggaran tahun 2018” tuturnya.

Namun persoalan itu tidak di bawah keranah hukum, pasalnya saat itu kepala desa dan bendahara berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu dua tahun.

Untuk menguatkan niat kepala desa dan bendara tersebut dibuatlah ‘Surat Pernyataan’ tertanggal 21 Juli 2019 yang di tanda tangani yang bersangkutan masing-masing dan ketua BPD desa Yaltubung sebagai saksi.

Namun hingga berita ini dimuat belum ada realisasi dari kepala desa dan bendahara sesuai isi surat pernyataan yang bersangkutan.

“Belum ada realisasi, bahkan dana desa 2019 dan 2020 tidak ada pertanggung jawaban hingga saat ini, dan itu mengakibatkan dana desa Yaltubung tahun 2021 belum dicairkan” tambah warga desa tersebut.

Masyarakat desa Yaltubung berharap kepada pihak Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Maluku Barat Daya agar memanggil yang bersangkutan dan diperiksa agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Juga kepada pemerintah kabupaten agar melakukan pengawasan yang lebih baik lagi terhadap pengelolaan dana desa, karena bisa jadi bukan hanya desa Yaltubung yang bermasalah tetapi mungkin saja ada desa lain yang serupa.

Dengan pengawasan yang ketat maka cita-cita bapak Bupati untuk mencapai desa sejahtera sekaligus menjadikan Maluku Barat Daya sebagai RUMAH YANG NYAMAN BAGI SEMUA ORANG akan terwujud. (Jemi)

News Feed