oleh

Tanam Pete, Oknum Kepala Desa di Magetan Digugat Warga ke Pengadilan

Tim dari Majelis hakim saat melakukan pemeriksaan setempat (PS) objek perkara.

Beritatrends, Magetan – Kepala Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur digugat warganya ke pengadilan.

Gugatan diajukan oleh 3 warga, Tepatnya warga Dusun Mandesan, Desa Lembeyan Wetan melalui kuasa hukumnya.

Perihal gugatan tersebut dikarenakan Kepala Desa Lembeyan Wetan melalui Pemerintah Desa (Pemdes) telah menanami pohon pete pada lahan milik 3 warganya tersebut.

“Perihal gugatan karena tergugat telah menanam pete pada tanah yang dikuasai penggugat,” kata Muhammad Widodo SH, kuasa hukum penggugat, Rabu (19/5/2021).

Tim dari Majelis hakim telah melakukan pemeriksaan setempat (PS) untuk melihat secara faktual (fisik) objek perkara gugatan, Rabu (19/5/2021) siang.

Dalam PS tersebut juga bersama penggugat, tergugat, Camat Lembeyan dan TNI/Polri.

“Dalam PS tadi penggugat telah menunjukkan tanaman pete yang di tanam oleh tergugat di tanah yang telah dikuasai lebih dahulu oleh para penggugat,” jelas Muhammad Widodo.

Menurutnya, terkait kepemilikan lahan. Tanah tersebut telah ditempati oleh warga turun temurun sejak sebelum Indonesia merdeka.

“Penguasaan tanah oleh penggugat turun-temurun sejak sebelum kemerdekaan,” imbuhnya.

Sementara, Camat Lembeyan Saiful Yani menyampaikan bahwa permasalahan lahan antara desa dan warga tersebut telah berlangsung lama dan telah dilakukan musyawarah beberapa kali namun belum ada titik temu.

“Permasalahan ini mencuat kembali karena penanaman pohon pete dari desa,” terangnya.

Dijelaskanya, lahan tersebut adalah lahan sengketa walaupun telah dimasukan aset desa dalam peraturan desa (Perdes) oleh pemdes Lembeyan Wetan.

“Maka itu desa pada tahun 2020 kemaren memasang papan yang isinya larangan untuk siapapun memanfaatkan dan mengunakan lahan tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Saiful Yani, telah berbagai upaya dan tawaran kepada warga namun masih buntu.

PemDes juga pernah menawarkan kepada warga untuk tetap menempati lahan seluas sekitar 3 Hektar tersebut namun hanya pinjam pakai, namun warga menolak.

“Untuk saat ini kita tunggu saja proses hukumnya, siapapun yang menang kita hormati,” pungkas Camat Lembeyan.

Menurut informasi, proses pengadilan gugatan tanam pete akan disidangkan pada 24 Mai 2021 dengan agenda mendengarkan saksi penggugat dan 26 Mei dengan agenda mendengarkan saksi tergugat. (efa)

News Feed