oleh

Tingkah Konyol Pemudik Saat Terjaring Penyekatan Arus Balik di Mojokerto

Pemudik yang terjaring di pos penyekatan PPST Trowulan Mojokerto langsung tes swab antigen oleh petugas kesehatan(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Petugas gabungan menghalau puluhan kendaraan pemudik yang akan kembali ke Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Malang. Penyekatan arus balik lebaran kali ini diwarnai tingkah konyol sejumlah pemudik.

Penyekatan digelar di pos pemeriksaan (check point) PPST Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pos ini terletak di jalan nasional Madiun-Surabaya yang menjadi salah satu akses utama arus balik lebaran.

Pemeriksaan yang berlangsung pukul 14.30-15.00 WIB diwarnai tingkah konyol sejumlah pemudik. Seperti ulah AW (30) dan FP (31), pemudik yang akan kembali ke Kecamatan Dlanggu dan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Kedua pria tersebut sempat menolak rapid test antibodi yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di pos penyekatan PPST Trowulan. Hanya lewat dan takut dengan jarum menjadi alasan mereka mengindari pemeriksaan klinis.

“Saya kan cuma lewat saja pak, masa harus dirapid,” kata AW kepada tenaga kesehatan yang akan memeriksanya, Senin (17/5/2021).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander pun turun tangan memberi pemahaman kepada kedua pemudik tersebut. Mereka akhirnya mengikuti prosedur pemeriksaan yang dilakukan petugas.

Hasil rapid test yang reaktif membuat AW dan FP terkejut. Isolasi selama lima hari sudah menghantui mereka. Beruntung hasil tes swab antigen menunjukkan mereka negatif dari COVID-19. Sehingga keduanya diizinkan balik ke Bumi Majapahit.

Tidak hanya itu, ada pula sepasang pemudik asal Jombang yang jatuh tersungkur saat diminta putar balik oleh petugas. Karena sepeda motor Honda Megapro yang mereka tunggangi menyenggol mobil sedan di sebelahnya. Beruntung perempuan yang dibonceng hanya mengalami luka lecet di kaki.

“Kami melakukan penyekatan sampai tanggal 24 Mei, yang kami antisipasi adalah arus balik masyarakat yang terlanjur melintasi wilayah Mojokerto melalui jalur-jalur tikus,” terang Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander.

Selama 30 menit penyekatan, petugas gabungan berhasil menghalau 32 kendaraan pemudik dari Nganjuk, Jombang, Kediri, Madiun, Trenggalek dan Pacitan. 16 mobil dan 16 sepeda motor itu akan kembali ke Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Mojokerto.

Selain itu, 12 pemudik diminta menjalani rapid test antibodi. Mereka akan balik ke Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya setelah mudik ke Jawa Tengah, Blitar dan sekitarnya.

Hasilnya, hanya dua pemudik yang reaktif. Namun, mereka diizinkan melanjutkan perjalanan setelah hasil tes swab antigen negatif dari COVID-19.

“Apabila hasil tes swab antigen positif, kami tes swab PCR. Kalau positif kami isolasi di tempat yang kami sediakan. Mereka tidak diizinkan keluar dari Mojokerto sebelum dinyatakan negatif dari COVID-19,” tegas Dony.

Ia mengimbau masyarakat Mojokerto yang balik dari kampung halaman secara sukarela menjalani rapid test antibodi di posko kampung tangguh Semeru di setiap desa. Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi potensi penyebaran COVID-19 melalui para pemudik.

“Kalau tidak melapor, tiga pilar desa akan mengecek dan mengisolasi paksa selama lima hari. Harapan kami masyarakat yang tidak mudik tidak terkena COVID-19,” tandas Dony.(hms/sus*)

News Feed