oleh

Proyek Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah Tidak Sesuai Bestek, APH nya Picek dan Budeg, Ada Apa Sebenarnya ?

Puskesmas Tapang Perodah yang baru dibangun

Beritatrends, Sekadau – Seperti yang di ucap Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin pada Selasa (26/1/2021) yang lalu, mengingatkan, jajarannya di seluruh Indonesia untuk menangani perkara tindak pidana korupsi di daerah. Sebab, menurut Jaksa Agung, tidak ada daerah yang tidak ada kasus korupsinya.

Lanjut Burhanuddin saat itu, Jaksa menjadi bodoh apabila tidak menemukan perkara tipikor, sementara instansi penegak hukum lainnya mampu mengungkapkan kasus korupsi di daerah.

Bahruddin sering mengatakan tidak ada daerah yang tidak ada kasus korupsinya. Kalau ada institusi penegak hukum lain melakukan penyidikan kasus korupsi, sedangkan jaksanya tidak maka itu bodoh. Itu yang kami tindak, kata Burhanuddin saat menanggapi pertanyaan anggota Komisi III DPR RI dalam rapat kerja di Senayan Jakarta, Selasa (26/1/2021) yang lalu.

Kalau penegakan hukum lain mampu mengungkapkan kasus korupsi di daerah, jajarannya tidak mampu mengungkapkan kasus korupsi dianggap jaksanya tidur. Institusi lain ada yang mengungkapkan, Jaksa tidak, jaksa tidur. Itu yang kami tindak.

Pihaknya memberikan target kepada setiap kejaksaan tinggi maupun Kejaksaan Negeri di daerah jumlah kasus korupsi di daerah. Dulu ada target 1-3 kasus, sekarang  tidak ada target. Teman-teman sering saya sampaikan tidak ada daerah yang tidak ada korupsinya,

Mengutib dari ucapan Jaksa Agung Bahruddin tersebut, aneh unik dan hebat itulah kata-kata yang cocok untuk para lembaga penyidik di Kabupaten Sekadau Khususnya di Kejaksaan Negeri Kabupaten Sekadau dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang seakan-akan tutup mata dengan kasus miliaran rupiah, yang dialokasikan untuk Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah.

Sudah  sangat  jelas pembangunan tersebut tidak sesuai RAB, dan bestek, entah apa yang membuat penyidik Kejaksaan Negeri Sekadau dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat takut untuk melakukan pengusutan hingga melakukan evaluasi terbuka.

Padahal informasi yang didapat oleh awak media ini bahwa pihak Inspektorat sudah melakukan pengecekan Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah.

Pada 6 Mei 2021 lalu, sempat juga media ini mempertanyakan hasil pengecekan, namun untuk menyampaikan hasil tersebut bukan wewenang mereka melainkan Dinas terkait.

Dan pada tanggal 14 Mei 2021 media ini, lagi-lagi menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius melalui pesan WhatsApp, guna untuk mengetahui kebenaran pembangunan itu, tapi sangat disayangkan pesan media ini diacuhkan, hingga terkesan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, begitu sombong.(Antonius)

News Feed