oleh

APBD KEPRI TIDAK BERJALAN, PEMULIHAN EKONOMI HANYA SLOGAN

Anton Wasdiarso A.Md
Ketua Umum GATTINDO PROV KEPR

Beritatrends, Riau – Pandemi COVID-19 telah memberi pukulan keras terhadap sendi-sendi kehidupan sosial ekonomi masyarakat, bahkan dunia usaha tidak sedikit yang harus melakukan penyesuaian demi mempertahankan eksistensi usahanya karena menurunnya pendapatan. Dampak yang diakibatkannya bukan hanya mempengaruhi siklus perekonomian dengan turunnya PDRB dari berbagai sektor usaha , pajak maupun retribusi daerah namun telah mengakibatkan PHK secara masif di negeri ini.

Kondisi tersebut tentunya memerlukan win-win solusi dalam penyelesaiannya paling tidak dapat meminimalisir dampak yang lebih besar bagi masyarakat dimasa sulit seperti saat ini. Roda penggerak perekonomian daerah yang sebelumnya masih bisa menghandalkan sektor swasta, namun saat ini sektor swasta justru semakin tidak berdaya. Sehingga dengan kondisi tersebut, maka salah satu indikator utama yang dapat dihandalkan dalam menggerakkan perekonomian saat ini adalah melalui efektivitas pengelolaan APBD secara tepat guna, tepat manfaat dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda di Tanjungpinang yaitu Anton Wasdiarso, A.Md. Anton menambahkan bahwa, Pemerintah Daerah saat ini diharapkan dapat lebih fokus memikirkan bagaimana APBD ini dapat berjalan seefektif mungkin dalam upaya recovery (pemulihan) ekonomi.

Anton Wasdiarso yang juga merupakan
Ketua Umum GATTINDO Provinsi Kepulauan Riau mengatakan bahwa, upaya recovery ekonomi tentu tidak hanya sebatas slogan semata, namun yang diperlukan adalah tindakan tindakan konkrit dan terukur. Jangan kita selalu bicara pemulihan ekonomi, tapi upaya nyatanya tidak ada bahkan yang ada hanyalah narasi narasi dan serangkaian kegiatan yang hanya bersifat ceremoni.

Berbicara pemulihan ekonomi tidak cukup bagi pemerintah daerah hanya mewacanakan program ini itu, tapi yang terpenting bagaimana merangsang daya beli masyarakat sehingga terjadi perputaran ekonomi yang stabil. Hal ini semakin jauh dari harapan, ketika kondisi APBD Provinsi Kepulauan Riau yang telah memasuki Triwulan Kedua namun realisasi anggaran yang sangat kecil. Ujarnya

Jika sektor swasta sudah tidak berdaya, yang diharapkan adalah realisasi APBD namun juga tidak berjalan, maka bicara Recovery Ekonomi hanyalah omong kosong. Tegas Anton

Dengan berjalannya APBD maka banyak hal yang bisa secara perlahan teratasi, setidak tidaknya ada anggaran yang berputar dan mempengaruhi siklus perekonomian daerah dan masyarakat. Apalagi mendekati Idul Fitri, tentunya banyak harapan masyarakat agar dapat merayakannya seperti tahun tahun sebelumnya. Namun dengan kondisi seperti saat ini, dimana program sembako yang sudah tidak ada, pekerjaan yang semakin sulit, pendapatan usaha yang semakin turun akibat daya beli masyarakat rendah, sementara Pemerintah Daerah hanya terus berwacana dengan segala macam kegiatan ceremonial maka akan semakin memperparah kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tutup Anton

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed