oleh

Jangan Mudik Kalau Anda Sayang Keluarga di Kampung

 

Beritatrends, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan meminta kepada seluruh warga yang ingin kembali ke kampung halaman dari Jakarta dan sekitarnya untuk menahan diri. Lebih baik tunda mudik demi kebaikan bersama, mengingat Jakarta dan sekitarnya adalah daerah dengan tingkat persebaran Covid-19 terbesar saat ini. Demikian pula untuk kota-kota besar yang sudah dinyatakan terdapat kasus positif Covid-19.

Jika Anda semua cinta keluarga Anda di kampung halaman, dengan istri dan anak Anda di kampung halaman, dengan orang tua Anda di kampung halaman, mari berbesar hati jangan mudik atau pulang dulu.

Fenomena “mudik awal” dari warga yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya ke daerah asalnya, mulai dari Jabar, Jateng hingga Jatim

Dari sejumlah daerah melaporkan adanya kenaikan jumlah pendatang. Bapak/Ibu gubernur terutama di Pulau Jawa juga sudah melakukan langkah, termasuk mengimbau jangan pulang kampung dulu demi kebaikan bersama, untuk sama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

Imbauan tidak mudik ini bagian dari antisipasi dan bagian dari prosedur, bukan menuduh saudara-saudara yang pulang kampung sebagai carrier virus.

Adapun bagi warga yang sudah telanjur mudik,dihimbau wajib isolasi selama 14 hari dan memberitahukan kedatangannya kepada petugas berwenang di daerah, baik itu desa/kelurahan, dinas kesehatan, maupun melalui call center yang telah ada di masing-masing daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan dr. Hari Widodo melalui Kepala Bidang P2P dr. Rohmat Hidat mengatakan, himbauan kami dari Dinas Kesehatan bagi para pemudik dihimbau untuk tahun ini, untuk tidak melakukan mudik lebaran dulu sesuai yang disampaikan pemerintah bahwa tahun ini tidak boleh mudik karena memang kondisi di wilayah Magetan ini kasus penularannya masih cukup tinggi.

Kemudian untuk para pemudik yang terpaksa sudah datang Dinas Kesehatan akan melakukan tindak lanjutnya yang bekerja sama dengan pihak desa selanjutnya dilakukan melakukan pemeriksaan kalau perlu nanti akan kami lakukan pemeriksaan rapid atigane apabila hasilnya positif harus dilakukan isolasi mandiri, kalau negatif bukan berarti ini tidak ada virusnya, harus tetep dilakukan karantina mandiri selama 5 -14 hari,

Kemudian untuk para Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke Indonesia, prosedur yang berikan sesuai dengan surat edaran dari satgas begitu sampai dibandara akan dilakukan swab apabila sehat nanti akan di karantina di asrama haji selanjutnya akan di jemput oleh tim dari kabupaten dibawa ke kabupaten kemudian dilakukan isolasi selama 3 hari akan dilakukan swab disini. nah kalo hasilnya negatif bukan berarti harus terus bebas tetapi harus terus melanjutkan isolasi secara mandiri selama 14 hari. Apabila positif nanti akan kita rujuk ke fasilitas khusus atau rumah sakit tergantung kondisi pasiennya.(Efa/Wawa)