oleh

Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah Dugaan Indikasi Ada Penyimpangan Mulai Kearah Yang Jelas

Tampak Bangunan sebelah belakang

Beritatrends, Sekadau Kalbar – Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah yang awalnya diduga adanya penyimpanan kini satu persatu mulai terlihat, yang awalnya terpantau awak media ini dari retak kini menjadi ada temuan lainnya lagi.

Setelah sekian lama menelusuri mulai dari Kamis (22 April), Jum’at (23 April), Kamis (29 April) dan Sabtu (1 Mei 2021), dalam upaya untuk membuktikan kecurigaan, awak media ini berkerja keras untuk mendapatkan RAB dan rancangan gambar pembangunan Puskesmas di Tapang Perodah sampai akhirnya berhasil dan menyondingkan, antara rancangan gambar dan RAB dengan bangunan yang sudah jadi.

Hasil dari sonding terdapat perubahan pada bangunan dan pengurangan luas bangunan, luas bangunan tersebut harusnya 243 meter, namun ada pengurangan seluas 18 meter, artinya pembangunan Puskesmas Tapang Perodah hanya seluas 225 meter saja.

Jika ada pengurangan pasti ada penambah di item pekerjaan itu akan jelas pada adendum perubahan, akan tetapi awak media ini tidak adanya tanda-tanda penambah item yang ada di dalam rancangan gambar gedung, baik di luar maupun didalam bangunan.

Sangat patut dipertanyakan dan dicurigai jika hanya ada pengurangan dari rancangan seperti apa adendum finising bangunan itu, jika hanya ada pengurangan tapi tidak ada penambahan berarti jelas ada penyimpanan dan indikasi merugikan negara, dangan angka, Rp:1.014.031.000÷243 = Rp. 41.72.967.078×18 meter akan timbul angka sebesar Rp. 75.113.407,4 Itu dari satu item saja, masih belum dari item-item lainnya.

Sesudah melakukan investigasi di Puskesmas Tapang Perodah media ini mencari warga di kampung terdekat, khususnya Kampung Sungai Mawang Desa Tapang Perodah, sesampainya dikampung sempat mempertanyakan persoalan tersebut, namun warga hanya menjawab, mereka hanya tahu ada pembangunan dan senang saja karena kampungnya ada kemajuan dalam pembangunan, jika terkait model dan ketahan kita tidak paham karena bagi kami sudah di bangun dengan semen artinya sudah kuat jawab para warga.

“Mereka menambah jika memang adanya indikasi korupsi itu akan ada yang ngurus, yang mengusut termasuk tugas para wartawanlah yang memantau, kerena wartawan pasti lebih tahu dari kami para warga,” ungkapnya.(Antonius)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed