oleh

Bisnis Layanan Swab Antigen Menjamur, Ini Pendapat Anggota DPR RI Anwar Hafid

 

Anwar Hafid

Beritatrends, Jakarta – Kewajiban masyarakat melakukan uji usap antigen sebagai syarat perjalanan jarak jauh ditengarai menjadi ajang bisnis yang menggiurkan. Di berbagai daerah, muncul tempat tes antigen dadakan.

Untuk bisnis ini, laboratorium menjalin kerjasama dengan lembaga masyarakat untuk membuka layanan rapid test antigen di beberapa tempat.

Dengan bekal surat sakti hasil rapid antigen negatif Covid-19, seseorang bisa menggunakan moda transportasi udara atau kereta api.

Namun, bisnis layanan swab antigen ini, berpeluang menjadi ajang kejahatan untuk memperdaya pasien dengan menggunakan alat antigen bekas, seperti yang terjadi di Bandara Kualanamu Medan Sumatera Utara.

Anggota DPR RI Anwar Hafid, mengatakan bisnis ini menjadi ladang subur untuk mencari keuntungan. Bila tidak dicermati dengan hati-hati bisa disalah gunakan, sehingga merugikan pasien yang membutuhkan layanan rapid tes antigen.

Menurut Anwar Hafid, pemberlakuan persyaratan negatif Covid-19, saat keberangkatan tidak menjamin pencegahan penularan Covid-19.

“ Saya sudah sampaikan sejak dulu masih di komisi IX bahwa bisnis ini akan subur kalau persyaratan itu diberlakukan saat keberangkatan. Harusnya kalau kita ingin mau mencegah penularan Covid-19 maka testing itu dilakukan di kedatangan, sehingga tidak perlu ada surat-suratan , Memang repot tapi itulah usaha yang jitu. Kalau persyaratan itu diberlakukan di keberangkatan maka dipastikan ini bisnis yang sangat menggiurkan,” kata Anwar Hafid, Jumat (30/4/2021) sore.

Disampaikan Ketua Partai Demokrat Sulawesi Tengah ini, bisnis rapid test antigen harus diawasi secara ketat. Pihak yang paling bertanggung jawab adalah Kementerian Kesehatan.

“ Yang pertama Kementrian Kesehatan harus membuat regulasi atau sertifikasi dan kalau perlu pemberi surat harus mendapat penunjukan langsung dari Kementrian Kesehatan untuk mempermudah pengawasannya. Harus mendapat penunjukan dari Kementrian Kesehatan atau Dinas Kesehatan di daerah,” ujar Anwar Hafid.

Bisnis layanan rapid test antigen kembali mencuat setelah Polisi berhasil mengungkap praktek kotor bisnis rapid antigen di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara yang menggunakan alat rapid test bekas pakai.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima orang tersangka antara lain PM (45), SR (19) selaku kurir Laboratorium Kimia Farma. SR berperan mengangkut alat Swab antigen bekas dari Bandara Kualanamu ke Laboratorium Kimia Farma.

SR juga membawa alat Swab antigen bekas yang sudah diolah dan dikemas ulang dari Laboratorium Kimia Farma ke Kualanamu.

Selain PM dan SR, polisi juga menetapkan tersangka atas nama DJ (20) Customer Service di Laboratorium Klinik Kimia Farma. DJ berperan mendaur ulang alat Swab Antigen bekas. Lalu M (30) bagian Admin Laboratorium Kimia Farma yang berperan melaporkan hasil Swab ke Pusat.( nug/red )

News Feed