oleh

Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah Harus Menjadi Pantauan Penyidik Dari Sisi Ketahanan Bangunan

Pembangunan Puskesmas Tapang Perodah yang dilaksanakan oleh CV. Syahara ini sangat perlu dan penting menjadi acuan untuk pihak penyidik provinsi Kalimantan barat, perihalnya bangunan ini juga dalam pengawasan pendamping pihak kejaksaan negeri Sekadau.

Beritatrends, Sekadau, Kalbar – Sebuah daerah memang harus, membutuhkan pembangun-pembangunan yang di butuhkan oleh masyarakat untuk menunjang pasilitas setempat, salah satu kesehatan, itu artinya pembangunan Puskesmaspun, harus menjadi prioritas, dan dibangun dengan semaksimal mungkin berserta aman dan nyaman, bagi pasien ataupun petugas yang bertugas.

Sayangnya puskesmas satu ini, yang memakan dana sebesar Rp 1.014.031.000 sangat tidak maksimal, bukan hanya asal bicara saja, hasil dari pantauan media ini pada Kamis 22 April 2021 dan kroscek pada Jum’at 23 April 2021 lalu dan dipastikan lagi pada Kamis 29 April 2021,

Setelah mengamati dan mempelajari antar bangunan dan RAB, ada hal yang tidak sinkron antara bangunan dan RAB (rancangan anggaran biaya) terdapat pekerjaan balok sloof 20/40 cm beton k-200 dengan kode analisa A.4.1.1.6 dan diameter volume 15,60 m³, itu arti sloof atas seharusnya ada akan tetapi puskesmas tapang perodah ini setelah sloof bawah, tiang langsung atap, dengan mengamati dan menganalisa, timbul sebuah pertanyaan mampukah bangunan ini menjamin keamanan dan kekuatan bangunan tersebut.

Satuan pekerjaan: rehabilitasi puskesmas tapang perodah (DAK fisik dasar reguler 2020) dengan nomor kontrak: 027/1618/sp/dinkespp dan KB/2020, sumber dana APBD (dak fisik dasar reguler) tahun anggaran 2020, yang dengan nilai dana sebesar Rp:1.014.031.000 yang dilaksanakan oleh CV. Syahara ini sangat perlu dan penting menjadi acuan untuk pihak penyidik provinsi Kalimantan barat, perihalnya bangunan ini juga dalam pengawasan pendamping pihak kejaksaan negeri sekadau.

Pekerjaan ini sebelumnya sudah dikomfirmasikan kepada kepala dinas kesehatan pada hari Senin 26 April 2021, dari keterangan kepala dinas Henri Alpius mengatakan sudah memenuhi spesifikasi, sudah di uji laboratorium dan uji teknis

Disisi lainnya, sangat unik, jika sebuah puskesmas tidak memiliki tempat parkir kendaraan itu artinya tempat puskesmas itu tidak strategi.

Pekerjaan ini sebelumnya sudah di beritakan sebelumnya namun Tampaknya, tidak di tanggapi oleh pihak pihak penyidik sampai sejauh ini, tentunya peran penyidik pusat harus memberikan tekanan yang serius terhadap para bawahan agar keuangan negara bisa diselamatkan.(Antonius)