oleh

Rakor PKS dan Kewaspadaan Dini Demi Menciptakan Situasi Kondusif Di Kabupaten Magetan

Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Ismulyono Triwidodo, S.l.P saat menyampaikan paparannya

Beritatrends, Magetan – Rapat koordinasi penanganan konflik sosial (PKS) dan kewaspadaan dini dalam rangka menciptakan situasi kondusif di Kab. Magetan, di ruang rapat Ki Mageti Setdakab Magetan, Jalan Basuki Rahmat Timur Kab. Magetan, Rabu tgl 28 April 2021

Drs. Chanif Tri Wahyudi, M.SI Kepala Bakesbangpol Kabupaten Magetan mengatakan, pelaksanaan kegiatan dalam rangka deteksi dini dan cegah dini, adanya konflik sosial untuk menciptakan suasana kondusifitas di wilayah Kabupaten Magetan dapat terjaga.

Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Ismulyono Triwidodo, S.l.P mengatakan, konflik sosial yang ada antara lain Terorisme, peredaran narkoba dan IT/hoax, namun yang berkembang khususnya di Kabupaten Magetan dan sekitarnya yaitu adanya konflik yang terjadi di dalam salah satu organisasi pencak silat.

Kita sebagai tim kewaspadaan dini harus bisa mengantisipasi hal-hal yang terjadi di wilayah sehingga dapat segera dilaporkan dan dilakukan tindakan.

Berita-berita yang memicu konflik dapat beredar secara cepat melalui media sosial maupun WA sehingga pergerakan massa bisa terjadi tanpa ada rencana sebelumnya.

“Terorisme/radikal cukup banyak di Kab. Magetan, walaupun aksi mereka tidak disini namun banyak yang berasal dari Kab. Magetan. Beberapa kali terjadi penangkapan dan ada keterkaitan dengan yang ada di Kab. Magetan, hal ini harus kita Waspadai,”ucap Dandim 0804

Di Kab. Magetan sendiri walaupun kulturnya agamis namun juga masih ditemukan peredaran narkoba, hal ini dapat merusak generasi bangsa karena rata-rata sasarannya adalah generasi muda. Dan beredarnya informasi hoax yang terjadi di masyarakat, segera cek kebenarannya karena banyak terjadi konflik sosial yang terjadi akibat kesalahan informasi yang beredar.

“Penggalangan untuk para Napiter dirasa perlu, selain untu menjaga agar mereka tidak lagi terjerumus ke jalan yang salah, juga untuk mendapatkan informasi dari mereka, dari beberapa hal yang saya sampaiakan, yang utama yang harus kita lakukan adalah deteksi dini dan cegah dini untuk melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat guna mencegah terjadinya AGHT secara luas/besar,”ungkap Dandim Ismulyono Triwidodo.

Ditempat yang sam Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, S.I.K mengatakan, di bidang ideologi secara umum masyarakat Kab. Magetan Nasionalis dan NKRI walaupun ada beberapa benih radikal/teroris, ada beberapa pengembangan paska penangkapan pelaku teroris yang jaringannya terdapat di Magetan.

Sedangkan di bidang Politik, pemerintah sudah memutuskan pelaksanaan pilpres/pilkada serentak dilakukan pada Tahun 2024. Di bidang ekonomi, Dampak pandemi Covid ini sangat berpengaruh di bidang ekonomi sehingga menimbulkan adanya desakan untuk penggiat ekonomi dan kesenian. Selain itu dampak pandemi juga menyebabkan meningkatnya tindak kriminalitas.

Dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Magetan sebanyak 755 orang habis masa kontrak, terkait hal tersebut perlu penanganan, khususnya di masa pandemi guna mencegah adanya cluster baru. di Bidang sosial, adanya peningkatan situasi di internal PSHT pasca paringatan luhur 2021 di Madiun.

“Aparat harus bertindak netral, setiap ada tindak pidana maka akan kita proses secara hukum, tanpa pandang bulu dari pihak manapun,”ucap Fisto.

Lanjut Fisto situasi ini akan tetap memanas selama kedua belah pihak belum sepakat untuk bersatu, perlu keterlibatan pemerintah untuk menangani dan memberikan solusi terbaik kepada kedua belah pihak, syukur bisa mendorong keduanya untuk bersatu.

“Di bidang sosial budaya antara lain permaslahan pelaku seni sehubungan pandemi covid-19, peringatan may day/hari buruh sedunia jatuh 1 mei 2021, THR lebaran, giat pemulangan santri, larangan mudik lebaran 2021 oleh pemerintah, serta di bidang keamanan, meningkatnya aksi kriminalitas, berita viral di media sosial yang dilakukan oleh kaum milenial yang tidak paham pelanggaran UU ITE,”ujar Fisto.

Bupati Magetan Drs. Suprawoto, S.H, M.Si menjelaskan, dari tadi adi sudah banyak disampaikan oleh Bapak Dandim maupun Bapak Kapolres, untuk itu tugas kita adalah melakukan tugas kita secara baik sesuau porsinya sehingga dapat menjaga konduaifitas di wilayah Kab. Magetan.

Secara teori, terjadinya konflik disebabkan oleh adanya sistem yang tidak berjalan dengan baik. Indonesia termasuk negara yang rawan konflik, banyak faktor sebagai penyebab antara lain faktor kemakmuran, kultur budaya yang beraneka ragam, ketidak adilan dll.

“Banyak pelanggaran yang terjadi melalui media sosial, hal ini banyak memicu konflik dengan beredarnya berita-berita hoax. Teknologi harus beriringan dengan peradaban sehingga masyarakat dapat berlaku bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi,”uacap Bupati Suprawoto.

Adanya konflik di kubu PSHT, kita sebagai pejabat publik dan aparat pemerintah harus duduk ditengah, tidak memihak salah satu pihak sehingga tidak timbul rasa ketidak adilan dari salah satu pihak.

“Terkait napiter, perlu adanya pendekatan dari berbagai pihak, jangan dibiarkan, sehingga mereka merasa diperhatikan dan dapat kembali NKRI,”pungkas Suprawoto.(Setyo Budi Haryanto)

 

 

News Feed