oleh

Lapor Komandan :  Selidik dan Usut Pekerjaan Puskesmas Tapang Perodah Diduga Ada Indikasi Penyimpangan

rehabilitasi puskesmas tapang perodah (DAK fisik dasar reguler 2020) dengan nomor kontrak: 027/1618/sp/dinkespp dan KB/2020, sumber dana APBD (dak fisik dasar reguler) tahun anggaran 2020, yang dengan nilai dana sebesar Rp:1.014.031.000 yang dilaksanakan oleh CV. Syahara dan di awasi oleh CV. Citra multi dimens

Beritatrends, Sekadau Kalbar – Suatu keharusan sebuah daerah dapat pembangunan yang layak, apalagi pembangunan tersebut menyangkut di bidang kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas bahkan sampai yang paling kecil pustu, untuk mempermudah dan menunjang pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Namun apa jadinya jika pembangunan tersebut sangat tidak enak dilihat sampai terkesan berbahaya bagi para pasien atau para medis yang berkerja di tempat tersebut, salah satunya satuan kerja dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, pekerjaan: rehabilitasi puskesmas tapang perodah (DAK fisik dasar reguler 2020) dengan nomor kontrak: 027/1618/sp/dinkespp dan KB/2020, sumber dana APBD (dak fisik dasar reguler) tahun anggaran 2020, yang dengan nilai dana sebesar Rp:1.014.031.000 yang dilaksanakan oleh CV. Syahara dan di awasi oleh CV. Citra multi dimensi, juga! tampaknya proyek ini dalam pengawalan dan pengamanan pendampingan proyek strategis kejaksaan negeri kabupaten sekadau, ironisnya bangunan ini belum diresmikan namun sudah terlihat retak dibeberapa titik dibagian samping, atas bawah, belakang bangunan, dan dibagian teras tampak dengan bermodel persegi namun menggunakan triplek yang sudah mulai rapuk karena terkena rembesan air hujan.

Adapun kegiatan lainnya satuan dinas yang sama, dengan kegiatan: penyelengaraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan wabah, dengan kegiatan: pembangunan penampung tempat sampah medis sementara di puskesmas tapang perodah (DID tambahan 2020), dengan dana 197.722.000.00, dari sumber dana APBD kabupaten Sekadau (DID tambahan 2020) yang dikerjakan oleh CV. Taman Barito perkasa dan di awasi oleh CV. NADIEN MITRA consultant, yang berukuran kurang lebih lebar 4 meter persegi dan panjang 8 meter persegi jika di kalkulasi kurang dari 40 meter persegi dan terlihat sebuah tempat pembakaran sampah berada didalamnya, dalam bangunan ini sangat diduga adanya indikasi, karena permeter persegi cukup pantastis, dengan biaya satuan permeternya lebih dari 4 juta.

Temuan ini terlihat oleh awak media ini pada Kamis 22 April 2021 saat melakukan ekspedisi dan pada tanggal Jum’at 23 April 2021 awak media ini bersama tim melakukan cross check hingga tim sepakat untuk mengkonfirmasi kepada kepala dinas kesehatan kabupaten Sekadau, guna untuk mendapatkan keterangan.

Pada hari Senin 26 April 2021 media ini menghubungi kadis kesehatan guna mendapatkan keterangan seperti apa proses pembangunan dan standar pengerjaan, saat ditemui kepala dinas Henri Alpius mengatakan sudah memenuhi spesifikasi, sudah di uji laboratorium dan uji teknis, tanah dan pondasinya, jadi dia rasa tidak ada masalah, apalagi sudah di periksa oleh pihak BPK, inspektorat, dan Kejari semua tidak ada masalah dia juga menambahkan bahwa masih ada masa pemeliharaan selama 360 hari, jika ada laporan maka keputusan inspektorat yang memutuskan apakah masuk kedalam pemiliharaan, tegasnya

setelah itu awak media ini menuju kantor inspektorat guna mendapatkan statement akan tetapi kepala inspektorat tidak ada ditempat, lantas awak media inipun, mencoba menghubungi salah satu perangkat Kejari melalui pesan WhatsApp untuk mendapatkan keterangan dikarenakan bangunan tersebut dalam pendamping pengawasan Kejari kabupaten Sekadau, namun juga tidak ada direspon.(Antonius)

News Feed