oleh

KKN Unesa Di Masa Pandemi Rencana Wujudkan Desa Wisata Di Sampang Madura

Peserta KKN Unisa di Desa Karangnangger Omben Sampang Madura

Beritatrends, Sampang – Para mahasiswa Universitas Negeri Surabaya ( Unesa ) melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangnagger Kecamatan Omben Sampang Madura, dengan menjadikan desa tersebut menjadi desa wisata.

Akan tetapi pelaksanaannya sedikit berbeda dengan sebelumnya. KKN tahun ini, dilaksanakan kurang lebih selama 4 bulan. Sejak bulan Februari Sampai bulan Juni. Secara berkelompok dengan maksimal 15 orang setiap kelompoknya. Pelaksanaannya dilakukan di daerah masing-masing. KKN Unesa Sampang kelompok 1 berjumlah 14 orang, ungkap Moh Turi kepada Beritatrends. Senin (26/4/2021).

Turi menjelaskan KKN
Unesa Sampang mengambil tema pengabdian masyarakat. Kegiatan KKN yang dilakukan di tengah pandemi ini tentunya telah mematuhi protokol kesehatan.

Berikut program kerja kami:
Kegiatan pertama setelah pembukaan yaitu branding desa, kami berkeliling desa bersama para perangkat desa untuk melihat pekerjaan para penduduk di Desa Karangnangger dan juga UMKM yang ada di desa tersebut.
Kegiatan pembagian masker dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah penduduk di desa tersebut bersama para perangkat desa.

” Kami juga membantu proses pembelajaran peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran agar lebih menarik dan juga mengajak mereka untuk membuat karya mozaik serta mengadakan lomba seperti lari balon, estafet karet, dan juga menuangkan air secara berkelompok,” jelasnya.

Selanjutnya, kami juga melakukan sosialisasi pentingnya sarapan pagi dengan sasaran murid Sekolah Dasar, sosialisasi PHBS, Stunting dengan sasaran ibu-ibu yang berada di Dusun Pale Tengah, serta melakukann cek kesehatan seperti tensi darah yang bekerja sama dengan bidan polindes Karangnangger, dan juga sosialisasi kewirausahaan dengan mendatangkan pemateri dari Dispendaloka.

Kami juga mengadakan proker pembuatan karya tempat sampah dan tempat cuci tangan untuk mendukung PHBS di desa Karangnagger dan membuat makanan takjil yang kemudian dibagikan secara gratis pada penduduk desa.

” Tak kalah menariknya kami memberikan edukasi juga memberi bibit tanaman pisang dan pepaya untuk membantu agar lingkungan di Desa Karangnangger lebih asri, sekaligus upaya agar Desa Karangnangger menjadi desa wisata ,” terang Turi.

Kami juga membuat papan nama desa sebagai penunjuk arah karena pada desa tersebut tidak ada petunjuk arah sehingga orang baru yang akan berkunjung kesulitan.

Kedepannya dengan kegiatan yg sudah dilakukan khususnya penanaman pisang cavendish dan pepaya California, kami akan mengkonsep desa tersebut menjadi desa wisata edukasi tentang penanaman dan perawatan pohon pisang dan pepaya tersebut dengan sasaran utama anak TK/Paud dan SD sebagai penunjang pembelajaran, harapannya.

Dikemudian hari anak-anak bisa melakukan pembelajaran di luar ruangan berteduh di bawah pohon sehingga pembelajaran menjadi tidak membosankan, namun tidak hanya itu pengunjung juga dapat membeli buah langsung di tempatnya sehingga harga lebih terjangkau daripada di supermarket karena langsung panen sendiri.

” Kami sangat berharap semoga Pemerintah dapat mendukung dan juga memfasilitasi agar tujuannya dapat segera tercapai sehingga dapat meningkatkan UMKM dan perekonomian di desa tersebut,” pungkasnya. (Me2T).

News Feed