oleh

Bupati Madiun Harapkan Pengembangan Porang Harus Sejahterakan Petani

Modal — Para petani di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun mendapatkan pinjaman modal dari program KUR BNI Madiun.

Beritatrends, Madiun -Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing mengharapkan pengembangan porang harus mensejahterakan petani di bumi kamlung pesilat. Untuk itu petani yang saat ini gencar mengembangkan budidaya porang harus memperhatikan aspek keselamatan ekologi.

“Pengembangan porang yang liar akan berdampak kerusakan alam hingga dapat menimbulkan bencana banjir. Untuk itu saya minta petani yang mengembangkan budidaya porang di wilayah perhutani harus memperhatikan aspek keselamatan ekologi,” kata Kaji Mbing, Jumat (23/4/2021).

Agar ekologi tetap terjaga, petani porang diminta menanam rumput gajah atau akar wangi untuk mencegah longsor dan bencana banjir saat musim penghujan tiba.

Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir budidaya porang di bumi kampung pesilat cukup gencar. Para petani yang konsen menanam porang pun banyak yang sukses hingga menjadi jutawan.

“Kesuksesan petani menamam porang berdampak pada turunnya angka  kemiskinan Kabupaten Madiun,” jelas Kaji Mbing.

Hanya saja ia tidak menginginkan kesuksesan petani membudidayakan porang akan berdampak pada kerusakan alam.

Diharapkan seluruh petani yang memanfaatkan lahan perhutani ataupun lahan miring diminta mengimbangi dengan menanam rumput gajah atau akar wangi.

Untuk memproteksi bibit porang asal Kabupaten Madiun berkualitas, pemerintah daerah sudah mengusulkan seritifikasi bibit tersebut. Hasilnya, Kementerian Pertanian sudah meresmikan Kabupaten Madiun memiliki komoditas bibit porang unggulan yang diberi nama porang varietas Madiun 1.

Tak hanya itu, Pemkab Madiun juga bekerjasama dengan Perum Perhutani untuk pengembangan porang di wilayah hutan rakyat.

Sementara itu kesuksesan petani porang Kabupaten Madiun meraup untung ratusan juta hingga milyaran membuat mereka “kebanjiran” mendapatkan modal usaha melalui kredit usaha rakyat dari bank pemerintah.

BNI Madiun menggelontorkan Rp 5,4 miliar bagi 181 petani porang di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Satu petani porang mendapatkan bantuan KUR mulai sepuluh juta hingga Rp 50 juta.

Sebanyak 181 petani porang di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, mendapatkan kucuran dana permodalan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp5,4 miliar. Masing-masing petani porang tersebut mendapatkan puluhan juta rupiah.

Pimpinan Cabang BNI Madiun, Suhartono, mengatakan BNI Wilayah Malang menganggarkan KUR bagi petani sebanyak Rp 325 milyar. Plafon anggaran itu tidak hanya untuk komoditas porang saja.

Khusus untuk KUR Porang, BNI Madiun tahun ini manargetkan minimal Rp 50 milyar dikucurkan untuk bantuan modal bagi petani porang.  Tahun lalu, BNI Madiun menyalurkan KUR untuk petani porang senilai Rp23 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 937 petani porang.

Jadi Sentra Pembelajaran

Suhartono mengatakan BNI Madiun menjadi sentra pembelajaran bagi bank-bank BNI cabang lainnya di seluruh Indonesia untuk pengucuran kredit usaha rakyat bagi petani porang. Pasalnya porang menjadi salah satu komoditas pertanian yang diberikan prioritas untuk diberikan pinjaman lunak tanpa agunan.

Menurut Suhartono porang menjadi komoditas pertanian yang banyak dicari industri makanan. Pasalnya hasil olahan porang dapat menjadi bahan dipakai banyak industri makanan di seluruh dunia. (MAL)

News Feed