oleh

Lapor Komandan : Ternyata PT Palm Agro  Makmur, Diduga Abaikan UU Perkebunan, Tidak Layak Mendapatkan Sertifikat ISPO/RSPO

Jajaran Managemen PT. Palm Agro Makmur, saat minta restu dapat lahan masyarakat, Rela mengundang tokoh ke Jakarta untuk tujuan bisa berusaha di Bumi Kalimantan, namun setelah berhasil menjelaskan masyarakat, semua janji dan iming-iming semua diabaikanya

 

Beritatrends, Mempawah – Dalam penelusuran Media Beritatrends Cabang Kalbar, di Dusun Bobor, Desa Benuang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Indonesia, pada hari Rabu (21/04/2021) memastikan apa yang jadi di PT Palm Argo Makmur (PT. PAM) terkait pokok permasalahan yang terjadinya dugaan penangkapan akibat dugaan sangkaan pencurian yang terjadi terhadap Benji alias Sangsot.

Menurut keterangan Sono orang tua Benji yang juga mantan karyawan Perusahaan PT PAM,  kegiatan panen sepihak yang dilakukan pada waktu terjadinya penangkapan adalah hanya sebagai protes dari kesewenang- wenangan pihak perusahaan PT. PAM selama ini, janji kesejahteraan dan kemakmuran yang di amanatkan UU pun dilangar PT PAM, tidak kunjung didapatkan, bahkan saat ini banyak hak masyarakat diabaikan, mulai pemutusan hubungan kerja sepihak, penelantaran kebun masyarakat.

“Itu bukti mereka hanya mau untung sepihak, penyerah tanah tak ada mendapatkan efek ekonomi yang digaungkan saat sosialisasi, ini saja anak saya yang tertangkap, dia panen dilahan terlantar dan dilahan yang tidak masuk dalam data bagi hasil sejak tahun 2016 sampai 2021, di Blok T 57, kalau tidak percaya, kita boleh turun ke lokasi, perusahaan PT PAM menelantarkan lahan masyarakat, tidak ada akses jalan, tidak ada pemupukan, buah gugur, saat kita ambil di dalil mencuri,”ucap Sono, Rabu (21/4/2021) kemarin.

Lanjut Sono, kita selama inipun tidak ada bantuan berupa fasilitas umum, sama sekali tak ada, sengsara yang ada, kami beberapa keluarga yang jadi korban PHK sepihak, mau makan apa kami, bagi hasil yang adapun hanya dana talangan 20 ribu an per hektare, itu pun di bagi 6 bulan sekali, bahkan sering molor.

“Saya mantan karyawan di pecat tanpa pesangon, dan korban PHK, sepihak, saya berharap  kepada penegak hukum, tinjau juga kronologis masalah ini,”pinta Sono.

Keluarga Benji, saat di mess Kantor PT Palm Agro Makmur di Anjungan

Di lain terpisah, Desik Ketua Koperasi Otonom Daerah Desa Benuang menuturkan bahwa selama ini, untuk hak – hak pengurus koperasi saja tidak didapatkan, kita  mengurus data 572 hektare lahan masyarakat yang  diserahkan oleh Masyarakat  kepada PT Palm Agro Makmur.

“Kita berharap ada lah keseimbangan antara hak dan kewajiban,  pihak Perusahaan PT. PAM jangan hanya  minta lahan masyarakat, tapi tidak ada manfaat yang diberikan kepada masyarakat, “ucap Disik.

Lain halnya yang disampaikan oleh Daur, Timanggong Adat Dayak Desa Benuang, melihat penangkapan dan penahanan Benji, itu tidak menghargai kearifan lokal, di sinikan kita bermitra dengan masyarakat, dan harusnya ada penyelesaian persuasif di tingkat hukum adat, dan ada potensi pelangaran UU Perkebunan Pasal 55 dan Pasal 107,  padahal UU sudah memberi pengakuan hukum adat.

“Kita mengecam dan meminta pihak managemen untuk meninjau ulang penerapan aturan, jangan mempertajam gesekan, carilah solusi, kita di Indonesia ini ada hukum adat kearifan lokal, ada hukum Negara/Polisi, bahkan ada hukum Rimba, kalau semena-mena pastinya ada gesekan baru yang timbul,”kata Daur Timanggong Desa Benuang.

Ditambahkan Edy pengurus Koperasi mengatakan, penangkapan seperti ini baiknya dikomunikasikan dan dicarikan dulu solusinya, kita tidak mendukung  praktek melawan hukum, hanya saja harus ada klasifikasi, kita tidak mau ada kesan, kita tidak ada andil dalam penyelesaian kasus maupun sengketa.

“Kita dari koperasi ini kan Ibaratkan wakil masyarakat penyerah kebun, intinya harus ada hak dan kewajiban berimbang, dan bagi masyarakat saya sarankan, sampaikan keluhan ke pihak koperasi baik lisan maupun tertulis, dan bagi Manajemen PT Palm Agro Makmur, juga harus ada koordinasi dalam bertindak, ini ada hal yang perlu di tata dan disosialisasikan ulang,”kata Edy.

Dari sederet konfirmasi media Beritatrends berupaya menghubungi pihak management, melalui sambungan telpon, Maratua S Simamora saat di mintai keterangan dan pendapat terkait kisruh dampak penahanan Benji tak menjawab bahkan WhatsApp wartawan Beritatrends  di blokirnya.

Kemudian lanjut ke mess kantor Perusahaan PT. PAM, di daerah Anjungan, hanya di terima oleh Indra selaku HRD PT. PAM, keluarga hanya menitip surat permohonan mediasi.

Tidak hanya diterputus di kantor PT. PAM, saat berita ini akan dinaikan, masih mencoba  menghubungi  Meneger melalui telpon seluler manual, tersambung tak di angkat, ada apa manejer  PT Palm Agro Makmur, kok menghindar dari masyarakat, jangan – jangan ada dugaan kasus besar yang di tutupi. (Dominikus Tolek/Team/Red)

News Feed