oleh

Pasar Ramdhan di Ponorogo, Bangkitkan Ekonomi Ditengah Pandemi

 

Bupati Sugiri Sancoko saat meninjau stand bazar di pasar ramadhan di Crabak.

Beritatrends, Ponorogo -Pasar Ramadhan yang digelar di seluruh Ponorogo dengan motor utama Tim Penggerak PKK di masing-masing desa dan kelurahan benar-benar menjadi bangkitan ekonomi di tengah masyarakat yang beberapa waktu terakhir terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.

Pasar Ramadhan yang berupa bazar berbagai produk olahan buatan warga, hasil kerajinan serta hasil bumi ini digelar serentak mulai 16 April 2021 sampai 8 Mei mendatang. Dari pantauan selama tiga hari pelaksanaan, Pasar Ramadhan mengundang antusiasme yang tinggi. Baik dari para warga setempat pengisi stan maupun dari warga yang membeli barang jualan yang ditawarkan di meja-meja pajangan.

Kepala Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Siswanto. Menurut Siswanto, dengan mengambil tempat di rest area Tugurejo, berbagai produk mulai dari makanan ringan sampai tanaman hias juga menarik minat warga. Bahkan warga luar Tugurejo yang sedang melintas turut membeli produk di Pasar Ramadhan di Tugurejo.

“Alhamdulillah kita sudah mulai sejak kemarin (Sabtu, 17/4/2021) dan ternyata hal ini benar-benar bisa menghidupkan perekonomian kita yang agak lesu kena dampak covid-19. Saya belum bisa menghitung, tapi baru sekitar satu jam dibuka, produk-produk yang dijajarkan di stan-stan sudah hampir habis. Nah, produk unggulan kita, serba ketela, sangat diminati,” terang Siswanto, Minggu (18/4/2021).

Pasar Ramadhan di Desa Somoroto, Kecamatan Kauman.
Hal senada diungkapkan Kepala Desa Mlarak, Kecamatan Mlarak, Boiran mengaku Pasar Ramadhan ini benar-benar bisa menyentuh ekonomi di tengah pandemi. Sebab, dengan pasar skala desa, warga tidak perlu keluar dari wilayahnya untuk mendapatkan produk atau barang yang ternyata sudah diproduksi oleh tetangganya.

“Terjadi ekonomi yang mandiri. Harapannya itu ya terus begitu. Apalagi ini ada pandemi, warga akan bisa lebih baik dalam mempelajari potensi dan produk di desanya sendiri. Ya jadi akan lebih mandiri desa ini,” kata Boiran.

Sementara itu, Kepala Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Baskoro menyatakan Pasar Ramadhan kali ini menjadi sebuah kegiatan ekonomi yang di luar dugaan. “Luar biasa. Ini benar-benar membangkitkan ekonomi kerakyatan, khususnyam yang ada di Desa Gondowido. Karena, ternyata apa yang ditawarkan, yang dimasak warga, juga produk lainnya, habis dalam waktu singkat,” katanya.

Antusiasme tinggi terhadap Pasar Ramadhan juga tampak di Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Sejak sekitar pukul 15.30 WIB atau dibukanya Pasar Ramadhan, warga sudah tampak memenuhi sektiar 20 stan yang ada. Mulai dari stan hasil bumi, kerajinan tangan, produk olahan buatan warga setempat sampai kue-kue lebaran juga menarik minat belanja warga.

“Kita berharap ini bisa jadi embrio pasar krempyeng di Kauman yang sejak beberapa waktu lalu sudah digagas oleh banyak warga. Respon warga bagus sekali. Warga begitu bergairah. Itu, berapa puluh bakul yang ada, nyatanya laris semua hari ini. Di masa selanjutnya, kita ingin tidak hanya sore, tapi juga pagi. Sehingga warga yang mau menjajakan sayur, atau ayam, buah-buahan atau apa saja akan bisa berjualan dan kita fasilitasi,” jelas Kades Kauman, Mulyono. (Efa)

News Feed