oleh

Bapak Kejagung Lapor : Lembaga Penyidik Kabupaten Sekadau (Kejari), Perlu Dipertanyakan, Belum Mampu Memberantas Korupsi Ada Apakah ?

Saat melaporakan temuan pembanguan Cagar Budaya wisata Lawangkuwari Sekadau, justru ditolak Kejari

Beritatrends, sekadau Kalbar – Cagar Budaya wisata Lawangkuwari adalah salah satu objek wisata yang sangat menarik simpati para wisatawan, bukan hanya sekadar tempat hiburan namun Lawangkuwari juga memiliki sejarah yang jauh sebelum Sekadau terbentuk, Lawangkuwari sudah ada di abad ke14 menurut sejarah dari para orang-orang tua dan para juru kunci, hingga Lawangkuwari menjadi icon di kabupaten Sekadau.

Oleh karena itu sangatlah pantas dilestarikan dan dibangun sebagai objek wisata agar asal usul cerita tidaklah punah termakan jaman, namun ada dua hal yang perlu digarisbawahi dalam pembangunan objek wisata Lawangkuwari, yang pertama sangat diperlukan pembangunan di objek tersebut agar sejarah masih bisa terjaga sampai kapanpun, dan bagian kedua, ini yang sangat memperihatinkan di mana pembangunan sangat tidak memuaskan, bahkah pembangunan ada yang bisa membahayakan pengunjung.

Terlihat oleh awak media ini saat melakukan ekspedisi pada 22 Maret 2021 ada beberapa bangunan yang terkesan tidak sesuai dengan dana yang dianggarkan bahkan membahayakan para pengunjung.

Menurut temuan dan analisa dari media ini dan tim ekspedisi di awali dari pembangunan turap atau yang lebih di kenal beronjong dengan dana APBD sebesar satu miliar empat ratus tujuh puluh empat juta tiga ratus sembilan puluh ribu rupiah 1.474.390,000 dengan diameter 600 meter persegi namun terlihat dilokasi dari panjang turap paling kurang lebih 70 meter jika di kalkulasi dengan kedalamannya, itu masih jauh dari angka 600 meter persegi, pembangunan turap tepi sungai dari satuan kerja dinas pemuda, olahraga dan pariwisata pada tahun 2018 ini sangat menuai pertanyaan.

Begitupun dengan bangunan lainnya yang mengundang pertanyaan bahkan bisa sangat membahayakan pengunjung Lawangkuwari, berdirinya dua unit menara pandang yang menggunakan dana DAK 2019 dengan anggaran sebesar seratus sembilan puluh delapan juta enam ratus lima puluh tiga ribu rupiah 198.653,000, pada pekerjaan ini terlihat bahan kayu pada tangga mulai dari tiang penyangga sampai lantai kayu-kayu sudah rapuk karena tidak mengunakan kayu yang berkelas, dan masih banyak pekerjaan yang lainnya tampak tidak sesuai bahkan terkesan asal-asalan, seharusnya agar bisa bahan berkualitas dengan dana diatas cukuplah di bangun satu menara pandang tidak perlu memaksa di pecah menjadi dua, dengan bahan yang tidak sesuai.

Setelah melihat pembangun-pembangunan di objek wisata Lawangkuwari awak media ini bersama tim mendatangi dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata kabupaten Sekadau pada tanggal 26 Maret 2021 untuk keterangan pengerjaan yang ada di lawangkuari saat di kompirmasi kepada kepala dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata Paulus misi dan Kabid pariwisata ibu Cindydika mengatakan semua bangunan sudah sesuai spek dari konsultan perencana tegas keduanya.

Tidak puas dengan jawaban dinas terkait media ini membuat sebuah laporan dugaan korupsi yang bertujuan kepada kejaksaan negeri sekadau pada Selasa 6 April 2021, sangat disayangkan laporan tersebut tidak di terima atas dasar pekerjaan objek wisata dilawangkuwari sudah di periksa oleh pihak BPK dan tidak adanya temuan kerugian negara atau indikasi korupsi, seharusnya Kejari lebih sensitif terhadap laporan apalagi pembangunan tersebut masih tergolong muda baru hampir 3 tahun, dimana kita ketahui sebuah kasus korupsi masih bisa diselidiki dan di usut sampai 17 tahun

Dengan mengamati semua kegiatan dan penilaian BPK tampaknya sangat patut kita curigai ada indikasi dugaan korupsi berjamaah, dan dari aparat penyidik pun belum mampu memberantas korupsi untuk menyelamatkan uang negara di kabupaten Sekadau bukan tanpa alasan pasalnya sampai sejauh ini belum pernah ada terbongkar sebuah kasus di kabupaten Sekadau, sangat tidak mungkin sebuah daerah tidak ada yang melakukan korupsi terhadap uang negara. (Antonius)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed