oleh

Mantan Kepala Pekon dan Sekretaris Pekon Di Vonis Penjara  

saat sidang berlangsung

Beritatrends, Pringsewu – Mantan Kepala Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Barce Subarnas dijatuhi hukuman  dua tahun penjara dan Sekretaris Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Suwardi dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan.

Uang hasil korupsi yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, justru dipakai untuk keperluan pribadi

Hal itu terungkap saat majelis hakim membacakan berkas putusan di Pengadilan Tipikor Kelas 1A Tanjungkarang, ruang Garuda Senin (29/3/2021).

Akibat perbuatannya, Barce Subarnas divonis  dua tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 50 juta, serta uang pengganti sebesar Rp 153 juta sekian,

Akibat perbuatan nya juga Suwardi divonis dua tahun empat bulan penjara dan di wajibkan membayar denda Rp. 50 juta, serta uang pengganti sebesar Rp. 209 juta sekian.

“Menjatuhkan terhadap terdawa Barce Subarnas dengan pidana penjara selama dua  tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim Siti Insirah, SH.MH pada sidang yang digelar secara online.

Dan terdakwa Suwardi dengan pidana penjara selama dua tahun empat bulan dan denda 50 juta subsider 3 bulan kurungan”kata Ketua Majelis Hakim Siti Insirah, SH.MH pada sidang yang digelar secara online.

Barce Subarnas dan Suwardi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2  Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan yang diberikan jaksa dari Kejari Pringsewu.

Jaksa Muhammad Ifan, SH. menuntut terdakwa Barce Subarnas dengan pidana penjara dua tahun, sedangkan terdakwa Suwardi dengan pidana penjara dua tahun empat bulan.

Menanggapi putusan terdakwa Barce Subarnas tersebut, baik jaksa maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya mengaku pikir-pikir. Dan terdakwa Suwardi menanggapi putusan tersebut menerima baik Jaksa maupun terdakwa.

Kasus korupsi terungkap adanya laporan fiktif Dana Desa TA. 2019,Pekon Kutawaringin sebesar Rp 893.618.000 telah terjadi tindak pidana korupsi sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara Rp. 389,5 juta (tim)

News Feed