oleh

Pihak PDAM Tirta Bengkayang Klarifikasi Terkait Postingan di Medsos

Kantor PDAM Tirta Bengkayang

Beritatrends-Bengkayang – Perusahaan Umum Daerah Tirta Bengkayang menanggapi postingan oleh nitizen di medsos/ facebook, akun atas nama Arik koppi, dalam akun tersebut Arik koppi menulis “Sekedar  Informasi untuk pengguna  Air PDAM Bengkayang, mulai pemakaian Februari 2021, apabila terlambat membayar tagihan airnya akan di denda 10 ribu perharinya jadi jangan sampai telat membayarnya tulis Arik”, Kamis (25/03/2021).

Ketika awak media ini mengkonfirmasi ke Pimpinan PDAM Tirta Bengkayang, namun awak media diarahkan ke Humas PDAM namun yang bersangkutan tidak di tempat dan akhirnya awak media ditemui oleh Kabag Tehnik PDAM Tirta Bengkayang Setiawan.

“Selanjutnya klarifikasi dari Pihak PDAM yang wakili oleh Kabag Tehnik, menurutnya postingan yang sudah beredar luas di Media Sosial yaitu group Facebook Bengkayang informasi bahwa postingan atas nama Arik Koppi itu tidak benar adanya, dimana untuk sanksi keterlambatan pembayaran rekening air sudah diatur dengan Perda Nomor 15 Tahun 2016, Pasal 20 ayat 1 tentang sanksi keterlambatan sebesar 10℅ dari jumlah nominal rekening air yang dibayar”, Ucap Setiawan Kabag Tehnik.

Lanjut Setiawan, menurutnya kalau mereka tidak di kasih denda pasti tidak mau bayar, ngak di kasih denda saja mereka nunggak membayar, apalagi tidak membayar, tujuannya ini semua agar pelanggan PDAM Tirta Bengkayang untuk bisa tertib dalam pembayaran, pelanggan kalau sudah didendakan semakin besar pembayarannya nanti, namun denda tersebut tidak serta merta bukan seperti apa yang diberitakan di sosial media.

“Kalau yang di media itu yang di denda setiap harinya sepuluh ribu per hari itukan bahasa mereka jadi kita ingin klarifikasi pernyataannya yang ada di sosial media,”terangnya.

Sebenarnya ini bukan bidang saya tapi karena saya sedikit tahu jadi saya bisa menjelaskan sesuai dengan versi saya, jadi untuk sanksi keterlambatan pembayaran yang telah ditentukan sementara dari pihak PDAM sendiri yaitu sampai tgl 20 ketika masuk tgl 21 itu sudah masuk denda yang sebesar 10℅ dari jumlah rekening air yang di bayar.

Data ini langsung bisa update karena langsung masuk ke sistem aplikasi, artinya apa misalnya total bayar Rp.100.000,- itu sudah termasuk harga air, biaya administrasi, biaya pemeliharaan pipa dinas dan biaya pemeliharaan meter itu misalnya biaya Rp. 100.000,- itu untuk satu kali denda.

“Sekali lagi terkait postingan yang sekarang ini beredar luas di sosial media bahwa terkait postingan itu semua tidak benar adanya,”pungkasnya.(Injil)

News Feed