oleh

Jalan Berlubang Akibat Hujan, Dinas PUPR Magetan Lakukan Pemeliharaan Rutin

UPTD Pengelolaan Jalan Dinas PUPR Kabupaten Magetan saat lakukan pemeliharaan jalan.

Beritatrends, Magetan – Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan, telah dibentuk UPTD Pengelolaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan dan dibagi menjadi empat wilayah, diantaranya saat ini sedang menangani UPTD Wilayah 1 di Banjarmelati, Wilayah 3 di Lembeyan, Wilayah 2 di Poko sampai Turi dan Wilayah 4 di Ngelang Kartoharjo bertugas untuk melaksanakan kegiatan teknis operasional dinas di bidang pemeliharaan jalan di tahun 2021 dengan anggarannya totalnya sekitar Rp. 500 Juta  sampai dengan Rp.700 juta bervariasi, pengerjaannya langsung dari tenaga UPTD dengan sistem Swakelola Dinas, Kamis (25/3/2021)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan Muchtar melalui Kepala Bidang Bina Marga Didik mengatakan, prioritas program pembangunan infrastruktur agar jalan dipertahankan tetap mantap.

 

Selain itu, berhubung terjadi wabah Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu, menyebabkan target kinerja pembangunan menuju jalan berkondisi mantap serta memenuhi standar teknis menjadi tertunda. Hal tersebut disebabkan karena adanya kebijakan perubahan anggaran untuk refocusing penanganan Covid-19.

Ditambahkanya, tugas UPTD Pengelolaan Jalan di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Magetan adalah mempertahankan kondisi jalan mantap dengan melakukan kegiatan pemeliharaan rutin jalan, Selain pemeliharaan rutin, upaya mempertahankan kondisi jalan adalah dengan melakukan pengawasan terhadap fungsinya. Dalam hal ini pengawasan dilakukan terkait dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) yang diijinkan melintas tidak boleh lebih dari 8 ton, sementara pengawasan terhadap ukuran kendaraan dilakukan pada ruas jalan Kabupaten dengan lebar rata-rata 4,5 meter karena membahayakan pengguna jalan lain apabila dilalui oleh kendaraan dengan ukuran besar. Apabila diketahui pelanggaran akan disampaikan ke pihak terkait.

“Pelaksanaan pemeliharaan rutin meliputi semua bagian jalan mulai dari perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, ruang milik jalan dan bangunan pelengkap jalan lainnya. Pemeliharaan rutin jembatan meliputi perawatan bangunan bawah dan bangunan atas serta pembersihan. Pada kegiatan pemeliharaan terdapat pekerjaan yang dilakukan secara periodic atau mengikuti siklus tertentu seperti pembersihan damija, pembersihan drainase dan pemeliharaan taman jalan. Sementara pekerjaan lain bersifat situasional yang merupakan respon/reaksi terhadap kerusakan yang timbul seperti retak (crack), lubang (pothole), penurunan badan jalan (deformastion), alur (ruts), rusak tepi (edge break) dan kerusakan lainnya. Kondisi ini yang menyebabkan jenis dan volume kerusakan tidak bisa dihitung dengan pasti karena tingkat serta waktu terjadinya kerusakan tidak bisa diprediksi, termasuk di dalamnya kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam sehingga dipilih sistem penanganan secara swakelola untuk kegiatan pemeliharaan rutin yang dilakukan secara terus-menerus dalam rentang waktu penanganan sepanjang tahun,”jelas Didik.

Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin jalan, UPTD didukung oleh personil Penilik Jalan yang bertanggungjawab terhadap kondisi ruas jalan  630,25 km untuk setiap penilik jalan. Penilik Jalan bertugas melakukan pemantauan kondisi jalan  secara terus-menerus dan melakukan langkah-langkah perbaikan bila terjadi kerusakan sesuai SOP yang telah ditetapkan. Selain dukungan personil, UPTD Pengelolaan Jalan juga didukung dengan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya.

“Di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini, pemeliharaan rutin jalan memprioritaskan perbaikan kerusakan yang memerlukan penanganan segera. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan refocusing alokasi anggaran untuk penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pelaksanaan pemeliharaan rutin dapat mencapai hasil yang optimal dalam mempertahankan kondisi jalan, tentunya apabila didukung dengan alokasi dana yang memadai,”pungkas Didik. (Efa/wawa)

News Feed