oleh

Ada Bentrok Ormas, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Bungkam di Konfirmasi Wartawan

Foto : Korban saat berapa di Rumah Sakit Deli.

Beritatrends, Medan – Diduga aksi pengeroyokan seorang anggota AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) terkapar berlumuran darah setelah dikeroyok beberapa anggota PP (Pemuda Pancasila) di Jalan Bulan, Terminal Sambu, Sabtu (20/3) pagi. Aksi brutal tersebut bahkan terekam kamera video dan sudah ramai di media sosial.

Bentrokan berawal ketika anggota AMPI Niko, Charles, Rivaldo, dan Sebayang mengecet tiang listrik dengan warna dan logo ormasnya. Tiba-tiba anggota PP Sasro, Gabe, dan Juan memaki.

Tak terima dimaki, lalu anggota AMPI menjawab ‘ada apa kau’. Anggota PP itu pun pergi. Sementara anggota AMPI melapor ke Ageng Sinuraya sebagai pengawas AMPI di Terminal Sambu.

Selanjutnya anggota PP Sasro, Gabe, dan Juan meletakan meja di lokasi agar tidak ada kenderan yang parkir di area tersebut. Tak lama kemudian Ageng Sinuraya datang menjumpai Sasro, Gabe dan Juan beserta 15 orang kawannya.

Naas, anggota PP langsung memukuli Ageng Sinuraya dengan tangan, double stik, kayu, dan batu. Kepala, bibir dan tangan Ageng Sinuraya pun luka parah berdarah.

Ageng pun dilarikan temannya Rivaldo ke Rumah Sakit Deli. Sedangkan Sarso, Gabe, dan Juan melarikan diri ke arah Medan Mall.

Seorang pedagang bernama Masta Marpaung yang mencoba melerai pun ikut menjadi korban pemukulan anggota PP Sarso, Gabe dan Juan. Masta pun mengalami luka di tangan dan kemudian membuat laporan polisi ke Polsek Medan Kota.

Aksi pengeroyokan tersebut telah beredar di media sosial dan beberapa group WhatsApp.

Menanggapi pengeroyokan terhadap anggotanya, Ketua Sub Rayon Pusat Pasar, Doni Nainggolan berharap polisi bertindak profesional dengan tidak mentolerir aksi brutal.

“Ini negara hukum, karena itu kita mendesak polisi menangkap para pelaku. Ini tidak bisa ditolerir. Apalagi ini bukan pertama kali anggota kita mengalami pengeroyokan dan sudah dua kali kita laporkan ke Polsek Medan Kota. Kasus pertama belum selesai ditangani polisi, ini malah kejadian lagi,” terang Doni kepada wartawan.

Terpisah, Kanit Reskrim.Polsek Medan Kota Iptu Marvel Stevanus terkesan bungkam di konfirmasi berulang ulang dan hingga berita ini diterbitkan dia belum mau memberikan tanggapan apa pun terkait kejadian di atas. (Tim)

News Feed