oleh

Pemulihan Ekonomi di Sektor Pariwisata Jadi PR di Masa Pandemi

Widia Astuti, Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Magetan/Humas kelompok sadar wisata Jawa Timur.

Beritatrends, Magetan – Pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 secara umum jadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah di tahun 2021.

Sektor pariwisata terpaksa dipukul mundur untuk sementara waktu demi memutus rantai penyebaran virus, sejak pandemi yang mulai merebak di kuartal pertama 2020 dan terus berlangsung hingga saat ini.

Hal tersebut dilakukan karena destinasi wisata dinilai menjadi tempat yang rawan terjadinya cluster baru seiring banyaknya orang yang berkunjung.

Apalagi dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang diterapkan, hal ini membuat ekonomi pariwisata semakin terpuruk.

Melatar belakangi kondisi tersebut dan untuk pemulihan ekonomi para pelaku pariwisata, Menurut Widia Astuti, Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Magetan, sekaligus Humas kelompok sadar wisata Jawa Timur, perlu ada langkah-langkah sederhana yang aplikatif yang dilakukan pemerintah untuk pemulihan ekonomi pada sektor pariwisata.

“Langkah-langkah sederhana pemulihan ekonomi di bidang Pariwisata dapat dilakukan dengan Inovasi, adaptasi dan Kolaborasi,” kata Widya Astuti.

Diantaranya :

1. Melakukan Vaksinasi bagi pelaku wisata, seni dan bisnis secara serentak di salah satu Destinasi unggulan kabupten, misal Magetan yaitu di Sarangan. Tujuannya adalah selain untuk mensukseskan gerakan vaksinasi Covid-19 secara nasional juga sebagai bentuk promosi yang inovatif, bahwa kegiatan kepariwisataan di Magetan aman, nyaman dan terukur sesuai dengan protokol kesehatan.

2. Jemput bola dan sosialisasi Sertifikasi Cleanliness Health Safety Enfironmemt Sustainability (CHSE) yang lebih massive kepada semua pelaku usaha pariwisata. Sosialisasi ini akan terukur dan bisa dilihat langsung oleh masyarakkat dengan bertambahnya sertifikasi destinasi di Magetan yg sesuai CHSE di chse. kemenparekraf.go.id. Mengapa sertifikasi CHSE ini penting? karena di masa pandemic ini CHSE adalah kunci utama dalam mengembalikan kondisi ekonomi melalui protokol kesehatan yang disiplin sehingga wisatawan dan masyarakat merasa terjamin serta aman sesuai Prokes. I DO CARE Indonesia !!!.

3. Mendorong belanja daerah kembali ke daerah masing masing dalam hal ini mendorong belanja Daerah kembali ke Magetan. Baik dalam melakukan kegiatan kegiatan kedinasan, kembali membeli produk produk asli Magetan, baik kuliner, kerajinan maupun apapun yang termasuk dalam ekraf. Karena Belanja daerah merupakan booster utama dalam mendorong ekonomi masyarakat saat ini seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat di masa pandemi.

4. Merubah strategi Massive tourism menjadi segmented tourism seperti sport tourism dan wealthy tourism . Sebagai contoh : mengarahkan kegiatan kegiatan komunitas lari, sepeda, atau kegiatan kegiatan sejenis secara periodic ke destinasi destinasi unggulan kabupaten Magetan.

5. Menumbuhkan kembali daya tarik ekonomi dan atraksi budaya di desa dan destinasi destinasi unggulan tentu saja tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Daya tarik ini berupa pasar tradisional desa, kegiatan seni rutin yang dilakukan oleh beberapa sanggar seni yang berada di desa yang dapat disiarkan secara langsung melalui virtual atau bisa dilakukan sebagai paket-paket wisata virtual. Menumbuhkan perekonomian ditingkat desa ini sangat penting sekali guna mendorong UMKM di masyarakat.

“Hal-hal diatas tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing masing pihak tetapi perlu adanya kerjasama, komitmen dan saturasa antara dinas-dinas terkait dan masyarakat (kolaborasi ),” jelas Widya.

Dinas terkait yang di maksud Widya diantaranya adala Dinas Pariwisata, Dinas perindustrian dan perdagangan, Diskominfo, UMKM, Dinkop, PUPR, Dikpora dan semua Stakeholder yang bergerak di bidang pariwisata.

“Alangkah baiknya apabila hal-hal Tersebut dapat dilakukan dan di tindak lanjuti oleh pemangku Kepentingan Di Kabupaten Magetan,” tutupnya. (*)

News Feed