oleh

Bapak Bupati Suprawoto, Mohon Saran Tentang Langkah – Langkah Sederhana Pemulihan Ekonomi di Bidang Pariwisata Ini

Beritatrends, Magetan – Dari sekian banyak sektor industri, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 yang kemudian berimbas kepada sektor lain.

Ada banyak pelaku atau pegiat pariwisata mulai dari mereka yang bekerja di bidang penginapan, perhotelan, transportasi, pertunjukan, tour guide, serta sektor lain misalnya pelaku seni dan budaya seperti seni tari, pelukis, dan pemahat. Belum lagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk industri souvenir dan kuliner.

Sektor yang juga terkena dampak negatif dari pandemi Covid-19 ialah maskapai penerbangan, hotel, restoran, dan agen perjalanan. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan kerugian pariwisata per April 2020 yang lalu adalah sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp21 triliun.

Berdasarkan pada kondisi tersebut, dibutuhkan strategi tepat untuk bisa memulihkan dan menggerakkan roda perekonomian khususnya di sektor pariwisata.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Magetan dan Humas kelompok sadar wisata Jawa Timur, Widia Astuti mengatakan, melatar belakangi kondisi kegiatan kepariwisataan di masa pandemic COVID-19  serta perlunya pemulihan ekonomi dibidang pariwisata maka, seharusnya ada langkah-langkah sederhana yang aplikatif  untuk bisa dilakukan yaitu sebagai berikut:

“Langkah langkah sederhana pemulihan ekonomi  di bidang Pariwisata di Kabupaten  Magetan mengacu pada pemulihan ekonomi Nasional di bidang pariwisata yaitu : Inovasi, adaptasi dan Kolaborasi,”ujar Widia Astuti.

Lanjut Widia, melakukan vaksinasi bagipelaku wisata, seni dan bisnis yg bisa dilakukan secara serentak dan besarbesaran di salah satu destinasi unggulan Kabupaten Magetan yaitu di Telaha Sarangan.

“Tujuannya adalah selain untuk mensukseskan gerakan vaksinasi COVID 19 secara nasional juga sebagai bentuk promosi yang inovatif bahwa kegiatan kepariwisataan di Magetan aman, nyaman dan terukur sesuai dengan protokol kesehatan,”jelas Widia Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Magetan.

Yang perlu dilakukan jemput bola dan sosialisasi Sertifikasi Cleanliness Health Safety Enfironmemt Sustainability (CHSE) yang lebih massive kepada semua pelaku usaha pariwisata. Sosialisasi ini akan terukur dan bisa dilihat langsung oleh masyarakkat  dengan bertambahnya sertifikasi destinasi  di Magetan yang sesuai CHSE di chse. kemenparekraf.go.id.

“Mengapa sertifikasi CHSE ini penting ? karena di masa pandemic ini CHSE adalah kunci utama dalam mengembalikan kondisi ekonomi melalui protokol kesehatan yang disiplin sehingga wisatawan dan masyarakat merasa terjamin serta aman sesuai prokes. I DO CARE Indonesia !!!.,”terang Humas kelompok sadar wisata Jawa Timur.

Selanjutnya, mendorong belanja daerah kembali ke daerah masing masing dalam hal ini mendorong belanja Daerah kembali ke Magetan.

“Baik dalam melakukan kegiatan kegiatan kedinasan, kembali membeli produk produk asli Magetan, baik kuliner, kerajinan maupun apapun yang termasuk dalam ekraf. Karena Belanja daerah merupakan booster utama dalam mendorong ekonomi masyarakat saat ini seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat di masa pandemic,” ajak Seorang wanita yang berparas langsing nan cantik itu.

Kemudian, merubah strategi Massive tourism menjadi segmented tourism seperti sport tourism dan wealthy tourism

“Sebagai contoh : mengarahkan kegiatan kegiatan komunitas lari, sepeda, atau kegiatan kegiatan sejenis secara periodic ke destinasi destinasi unggulan Kabupaten  Magetan,”papar Seorang wanita yang getol mempromosikan Wisata Magetan ini.

Mari menumbuhkan kembali daya tarik ekonomi dan atraksi budaya di desa dan destinasi destinasi unggulan tentu saja tetap sesuai dengan protokol kesehatan. Daya tarik ini berupa pasar traditional desa , kegiatan seni rutin yg dilakukan oleh beberapa kandang seni yang berada di desa yang dapat disiarkan secara langsung melalui virtual atau bisa dilakukan sebagai paket paket wisata virtual.

“Menumbuhkan perekonomian ditingkat desa ini sangat penting sekali guna mendorong UMKM di masyarakat,”ucapnya Widia.

Hal -hal diatas tidak bisa dilakukan sendiri oleh masing masing pihak tetapi perlu adanya kerjasama, komitmen dan saturasa antara dinas – dinas terkait dan masyarakat ( kolaborasi ).

Dinas terkait ini antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan perdagangan, Diskominfo, UMKM, Dinkop, PUPR, Dikpora dan tentu saja semua stake holder yang bergerak dibidang Pariwisata.

“Alangkah baiknya apabila hal-hal Tersebut dapat dilakukan dan ditindaklanjuti oleh pemangku Kepentingan Di Kabupaten  Magetan,”pungkas Widia Astuti.(Efa/WW)

News Feed