oleh

Ratusan Warga Bantaran Sungai Manterap Geruduk Kantor Bupati Sekadau

masyarakat menunggu hasil audensi

Beritatrends, Sekadau – Kedatangan warga ke Kantor Bupati Sekadau tersebut tergabung dari tiga desa ini, meminta supaya pemerintah segera mengambil langkah untuk menghentikan para penambang emas tanpa izin (PETI) di hulu sungai tepatnya di desa Nanga Biaban.

Setelah menyampaikan orasi para warga akhirnya dari beberapa perwakilan masuk guna melakukan koordinasi dan negosiasi antara warga terdampak, Pemerintah, Kepolisian, dan DPRD Kabupaten Sekadau.

Orasi dari para warga yang terdiri dari tiga desa ini yaitu Desa Mondi, Desa Sungai Sambang dan Desa Boti mendapat respon positif dari para pihak untuk menindaklanjuti para pekerja PETI guna untuk memulihkan air sungai Manterap seperti sebelumnya yang mana kehidupan masyarakat bergantung pada sungai itu

Hasil dari koordinasi dan negosiasi, tampak beberapa orang yang mendapat kesempatan menyampaikan, diawali oleh Perwakilan warga, Kades Boti, Kapolsek Sekadau Hulu, anggota Dewan, dan Kapolres Sekadau.

Menurut salah satu perwakilan warga mengatakan, pihaknya merasa keberatan terhadap limbah dari PETI itu yang dimasukan ke sungai dan seharusnya para penambang itu melakukan pekerjaannya menggunakan aturan yang tertuang dalam aturan yang berlaku.

“Silahkan menambang kalau alasan tidak ada pekerjaan lain, namun limbahnya jangan dibuang ke sungai agar warga kayak kami ini tetap bisa memanfaatkan sungai seperti dulu dulu,”ucapnya.

Kapolres Sekadau dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersama pemerintah, wakil rakyat dan warga berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini hingga menemukan jalan keluarnya, pungkasnya. (Antonius)

News Feed