oleh

Bupati Ponorogo Kenalkan Varietas Unggul Padi KIP Kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Saat menunjukan varian unggulan padi KIP

Beritatrends.com, Ponorogo – Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Ponorogo, selain menghadiri serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Ponorogo Agus Pramono kepada Bupati Sugiri Sancoko dan Rapat paripurna penyampaian sambutan Bupati Ponorogo hasil pilkada tahun 2020 di ruang sidang utama kantor DPRD kabupaten Ponorogo, juga meninjau calon varietas unggul tanaman padi di lokasi persawahan Desa Semanding, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Kamis (04/03/2021).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan Varietas yang saat ini masih diuji dan dikembangkan tersebut, digadang-gadang dapat meningkatkan hasil produksi daripada varietas lainnya. Keunggulan bibit padi tersebut disebut diakui cukup istimewa. Sebab, mampu menghasilkan 16 ton gabah per hektarnya. Varietas ini yang dibutuhkan oleh para petani di Ponorogo, karena Ponorogo memiliki 34 ribu sawah yang bagus dan membutuhkan benih sekitar 870 ribu kilo gram. Jumlah butirnya bisa mencapai 600 -700 butir per malai. Dengan demikian, ini diharapkan bisa berhasil dan bisa menjawab kegelisahan rakyat Ponorogo. Selain itu pemupukan lebih irit karena menggunakan pupuk majemuk dan tidak berlebihan menggunakan kimia.

“Karena itu, kami dan tim berupaya keras untuk membuat varietas bibit padi yang unggul dan sedang proses menuju lebih unggul. Mudah-mudahan hasilnya baik, bisa dilihat sendiri hasilnya, mulai dari daunnya membuat kita lebih optimis,” kata sugiri

Di samping itu, pemupukan juga didukung dengan teknologi canggih menggunakan drone. “Teknologinya memupuk kita sudah modern biar anak muda senang bertani. Wereng kalau mau menerobos padi KIP ini harus belajar 10 tahun lagi,” tambah sugiri

Secara postur batang, varietas bibit padi KIP ini mampu tumbuh lebih tinggi hingga 156 Cm. Sementara varietas padi biasanya hanya setinggi 80 centi. Panjang malai padi juga dapat tumbuh hingga 30 centi dari panjang normalnya 24 – 25 centi. Keunggulan lainnya, varietas ini lebih irit pemupukannya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan varietas ini sudah hampir lima kali panen. Sehingga setelah ini bisa lakukan uji coba ke daerah lain. Dinas Pertanian sendiri juga sudah dimintanya untuk melihat varietas di wilayah lain dengan hasil 14 ton per hektar. “Tapi, Ponorogo optimis sudah 16 ton per hektar. Jadi masing-masing keunggulan varietas ini, produktifitas panennya per hektar menjadi acuan yang penting,” ujar Khofifah

Khofifah juga mengapresiasi hadirnya padi jenis ini karena pupuk yang dipakai menggunakan pupuk majemuk, bukan pupuk tunggal. Tidak sekedar sehat tapi juga produktif, dan tentu kesejahteraan petani akan semakin membaik.

16 provinsi di Indonesia Timur 80 persen logistiknya disuplai dari Jatim. Maka pihaknya selalu berpesan ke Dinas Pertanian agar jangan sampai telat menanam. Dengan proses pengawalan yang dilakukan bersama bupati maka 2020 lalu produksi padi di Jatim tertinggi se Indonesia dengan selisih 460 ribu ton dari Jateng. Kalau ditambah lagi dengan menanam varietas seperti ini dan dengan masa tanam yang terkontrol, pihaknya optimis produktifitas padi di Jatim tidak hanya tinggi kualitasnya tapi juga kuantitas produksinya.

Pada kesempatan itu Gubernur Khoifah meminta Bupati Ponorogo mengawal pembangunan waduk Bendo. Waduk ini vital karena merupakan prioritas percepatan pembangunan Jatim untuk Ponorogo. “Saya minta Bupati mengawal waduk Bendo yang rencananya akan diresmikan tahun 2021 ini. Jadi bulan Juni atau Juli harus sudah dilakukan proses pengairan waduk.”

Waduk Bendo direncanakan menjadi sumber irigasi untuk 7.800 hektar lahan. Ini dapat memacu sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Untuk percepatan pembangunan Ponorogo, Pemprov Jatim memberikan perluasan dan penguatan pada sektor agro dan holtikultura, terutama kakao dan kopi.

Suparman selaku Kepala Desa Semanding mendukung penuh kinerja Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan timnya untuk memajukan kesejahteraan petani dengan cara menginisiasi varietas unggul padi atau yang disebut Kreasi Insan Petani KIP.(Sugeng)

News Feed