oleh

Pasangan Kumpul Kebo,Pelaku Aborsi di Mojokerto Diringkus Polisi

 Tersangka aborsi DF dan SG yang diamankan Polisi (ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Polresta Mojokerto berhasil mengukap kasus aborsi dan berhasil mengamankan pelaku yang merupakan pasangan kekasih yang masih berusia 19 tahun.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi mengatakan, hari ini,Rabu(3/3/2021) Polresta Mojokerto merilis pengungkapan kasus tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Tertangkapnya pelaku aborsi ini, berawal pada saat petugas dari satuan Sabhara bekerjasama dengan Satpol PP Kota Mojokerto melaksanakan kegiatan razia di beberapa kosan di Kota Mojokerto pada tanggal 4 Februari 2021 pukul 22.00.

Saat Petugas razia tepatnya,di daerah Kelurahan Kranggan itu didapati tersangka DF seorang laki-laki berusia 19 tahun warga Magersari ditemukan sedang ada di kosan tersebut kemudian dilakukan penggeledahan terhadap handphone tersangka.

“Nah ternyata hasil pemeriksaan handphone ini terdapat foto janin, berdasarkan pengakuannya janin tersebut merupakan hasil aborsi dengan pasangan kekasihnya berinisial SG berusia 19 tahun warga sooko,” terang Deddy.

Lebih lanjut AKBP Deddy menjelaskan, petugas sat Sabhara ditindaklanjuti kepada unit PPA satreskrim, kemudian dilakukan penyelidikan selanjutnya yakni dilakukan penggeledahan di kediaman tersangka DF.

Hasil pengledahan di rumah DF didapati obat-obatan yang diduga sebagai obat untuk menggugurkan janin bayi tersebut. Dari keterangan tersangka baik DF maupun SG bahwa hal ini mereka lakukan karena merasa malu tersangka SG yang seorang wanita masih bekerja training di salah satu perusahaan.

Kapolres menjelaskan, kejadian aborsi ini terjadi pada tanggal 17 Januari 2021 sekitar jam 00.15 WIB. Jadi kedua tersangka ini sepakat membeli obat ini secara online dengan nilai Rp350.000.

Kemudian setelah itu tersangka SG mengkonsumsi obat-obatan ini langsung sebanyak 5 butir, kemudian dirasakan pengaruh atau reaksinya 10 jam kemudian selanjutnya Apa yang dirasakan tersangka SG ini adalah badannya merasa meriang kemudian perutnya terasa sakit akibat kontraksi pengaruh obat.

“Sehingga tidak lama kemudian janin tersebut keluar dalam kondisi meninggal dengan ditampung oleh tersangka DF menggunakan ember ini dan selanjutnya oleh tersangka DF dilakukan pemandian dengan menggunakan air hangat,”jelas Kapolresta.

Diketahui janin tersebut usianya 5 bulan dan berjenis kelamin laki-laki kemudian selesai dimandikan. Kemudian dimasukkan ke wadah kendi untuk selanjutnya tersangka DF keluar dari kamarnya menuju ke samping rumah menggali kuburan untuk janin tersebut sedalam 30 cm menggunakan sekop dan linggis.

“Kedua tersangka dijerat pasal 19 undang-undang nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan yaitu setiap orang dengan sengaja melakukan tindak pidana aborsi tidak sesuai dengan ketentuan dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda satu miliar,” tegas Deddy.

Kapolresta Mojokerto mengatakan, laki-laki teesangka tersebut tinggal bersama ibunya, tetapi ibunya sendiri juga tidak mengetahui perbuatan yang dilakukan oleh anaknya.

“Hubungan tersangka DF dan SG ini sudah berlangsung selama 1 tahun,”pungkasnya.

Selain itu,menurut keterangan tersangka, mereka membeli obat melalui online dengan kata kunci obat aborsi di google. Kemudian dihubungi penjualnya melalui telegram.

Perlu diketahui, dari perbuatan kedua tersangka diperoleh 15 adegan rekonstruksi.

“Dimana kita lakukan ini karena minimnya saksi, sehingga ini mempermudah nantinya penyidik untuk mendapat dukungan alat bukti berupa rekonstruksi,”tutupnya.(sus)

News Feed