oleh

Edarkan Uang Palsu di Dlanggu Mojokerto, Pria Asal Jombang Diringkus Polisi

Foto : Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat menunjukan barang bukti uang palsu pecahan 100 ribuan(ft:susilo/beritatrends)

Beritatrends, Mojokerto – Jajaran Satreskrim Polsek Dlanggu Polres Mojokerto berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku pengedar uang palsu pecahan 100 ribuan sejumlah Rp.40 juta.

Modus operandi pelaku dalam mengedarkan uang palsu ialah dengan cara mengedarkan kepada orang lain dengan perbandingan 1:5 atau pelaku mendapat keuntungan 20% dari jumlah penukaran uang palsu dengan uang asli.

Pelaku pengedar uang palsu bernama Setyawan (46) asal Dusun Tukangan, Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Dari penangkapan pelaku yang mengedarkan uang palsu petugas berhasil mengamakan uang palsu(upal) Rp. 40 Juta dalam bentuk pecahan Rp.100 ribuan,Mobil Janis Toyota Agya Nopol S 8464 JM.Saat ini semua barang bukti diamankan di Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan,saat Koferensi Pers,Senin(1/3/2021) di Mapolsek Dlanggu,bahwa keberhasilan Polsek bersama tim yang dibentuk oleh satuan reserse kriminal mengungkap kasus peredaran uang palsu sebesar 40 juta rupiah.

“Kasus ini diawali dari informasi masyarakat maraknya beredar uang pecahan Rp.100.000 yang diduga palsu di wilayah Mecamatan Dlanggu. Kemudian tim dari polsek Dlanggu melakukan pengecekan atau penyelidikan dan akhirnya pada tanggal 18 Februari tim dari polsek mengamankan 1 pelaku atas nama Setiawan yang tertangkap membawa Rp.40 juta pecahan 100 ribuan uang palsu,”ungkap Dony.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan,dari proses ini, tim gabungan dari satuan reserse kriminal polres Mojokerto beesma satreskrim Poksek Dlanggu melakukan pengembangan dan penyelidikan.

Kemudian ada beberapa warga yang berhasil diamankan Polisi, salah satunya adalah kepala desa di wilayah Kabupaten Nganjuk.

“Berhubung karena uang sebanyak Rp1.000.000 lebih bukan beredar di wilayah kabupaten Mojokerto. Maka kasus tersebut kami limpahkan ke Polda Jawa Timur,” tegasnya.

Masih menurut AKBP Dony Polisi tidak berhenti sampai di sini saja, Polres Mojokerto dan Polsek Dlanggu masih melakukan pengembangan untuk mencari dalang pelaku yang menyebarkan uang pecahan Rp100 ribuan.

Pelaku dalam menjalankan aksinya yaitu, dengan modus menyelipkan uang palsu di uang asli dan bisa beredar di tengah-tengah masyarakat.

Kapolres Mojokerto,menghibau kepada seluruh warga masyarakat terkait dengan peredaran uang palsu yang ada di wilayah Dlanggu, selalu mengecek uang dengan alat sinar ultra violet.

Tersangka masih dalam proses penyidikan oleh satuan reserse Polsek dan Polres Mojokerto.

Kini tersangka dikenakan pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 pasal 36 ayat 2 dan ayat 2 undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara. (sus)

News Feed