oleh

Rakor Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanggulangan PETI di Kecamatan Lumar

Polsek lumar melakukan koordinasi lintas sektoral dalam rangka pencegahan dan penanggulangan pertambangan emas tanpa ijin

Beritatrends, Bengkayang  – Bertempat diaula Kecamatan Lumar, telah dilaksanakan Rakor lintas sektoral tentang pencegahan dan penanggulangan pertambangan emas tanpa ijin di wilayah hukum polsek lumar, Selasa (23/02/21) yang lalu.

Kegiatan ini di hadiri di hadiri oleh Kapolsek Lumar, Camat Lumar, Danramil, ketua DAD Kecamatan Lumar, kasi trantib dan seluruh kepala desa se-kecamatan Lumar, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Kapolsek Lumar Ipda Sunardi SH mengatakan, Rakor lintas sektoral adalah sebagai langkah antisipasi untuk pencegahan PETI yang marak di wilayah kecamatan Lumar, mengatasi penambangan liar ini adalah PR kita bersama, sebagaimana kita ketahui Efek dan akibat yang di timbulkan dari kegiatan tersebut, sangat merugikan bagi kelestarian lingkungan maupun dampak ke masyarakat pada umumnya.

“Tahap awal yang kita lakukan adalah tahap himbauan, dimana kita sudah laksanakan dan akan segera lakukan pemasangan banner spanduk larangan, dan diharapkan dapat di patuhi oleh seluruh masyarakat, penindakan merupakan upaya terakhir yang kita lakukan namun kita mengedepankan himbauan yang humanis,”ucap Sunardi.

Camat Lumar Ambeng Sip.Msi, mengatakan, yang namanya PETI pasti tidak diperkenankan walaupun mengatasnamakan alasan ekonomi, sehingga masyarakat menganggap PETI itu tidak masalah, kami dari pihak kecamatan siap membantu Aparat dalam rangka penertiban PETI di kecamatan Lumar.

“Kegiatan PETI di khawatirkan berdampak pada kerusakan lingkungan yang mana anak cucu kita tidak akan bisa melihat dan merasakan sungai yang bersih seperti dulu, kegiatan PETI bisa saja di ganti dengan usaha lain, sebagaimana masyarakat di desa lain yang tetap hidup tanpa adanya aktifitas PETI sebab kegiatan ini membahayakan para pekerja itu sendiri seperti tertimpa tanah, kecelakaan kerja dan lainya, dampak lain dari PETI banjir, limba yang masuk ke areal persawahan warga hingga dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat,”ucap Ambeng.

Danramil Ledo yang di wakili oleh Serda B Supriadi mengatakan, aktifitas PETI itu melanggar Hukum, baik yang tradisional maupun yang modern sekalipun, aktifitas PETI hanya menguntungkan pihak tertentu, akan tetapi dampak buruknya dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami dari pihak TNI mendukung pihak kepolisian dan pemerintah setempat dan kami juga berpesan kepada masyarakat dimasa pandemi seperti ini tetap utamakan 3M, karena banyak warga masyarakat yang menyepelekan Covid-19, tetapi apabila sudah terkena  covid langsung panik,”terang Supriadi.

Dalam kegiatan Rakor lintas sektoral ini para kades, tokoh adat tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang hadir dapat menyampaikan kepada warganya untuk tidak melakukan PETI lagi dan semoga Pemerintah daerah segera bisa menemukan solusi untuk para penambang agar dapat bekerja secara legal sehingga dengan tenang dan tidak main kucing kucingan dengan aparat terkait.(Injil)